Minggu, 5 Desember 21

Divonis 6 Tahun Penjara, Bos PT Dutasari Belum Banding

Divonis 6 Tahun Penjara, Bos PT Dutasari Belum Banding

Jakarta, Obsessionnews – Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta terhadap Direktur PT Dutasari Citralaras Mahfud Suroso. Majelis hakim menilai Mahfud terbukti bersalah melakukan korupsi dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON), Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

“Menyatakan terdakwa Mahfud Suroso secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana di dalam dakwaan kedua,” ujar Ketua Majelis Hakim Sinung Hermawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2015).

Machfud juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp36,818,625,739. Apabila uang pengganti itu tak dipenuhi dalam waktu 1 bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap maka harta benda dan aset milik yang bersangkutan akan disita untuk kemudian dilelang.

“Apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun,” lanjut Sinung.

Menanggapi vonis tersebut Mahfud bersama kuasa hukum masih menyatakan pikir-pikir. Hakim memberi waktu kepada pihak terdakwa untuk mempertimbangkan apakah akan mengajukan Banding atau tidak paling lama 14 hari setelah vonis dibacakan.

“Setelah saya berkonsultasi dengan kuasa hukum, kami menyatakan pikir-pikir,” kata Mahfud dalam persidangan. Jaksa KPK pun demikian belum memutuskan untuk Banding.

Vonis majelis hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum KPK. Pada persidangan sebelumnya, jaksa menuntut Machfud dengan pidana penjara 7,5 tahun dan denda Rp300 juta.

Jaksa menjerat Mahfud melanggar Pasal 3 Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.