Senin, 6 Juli 20

Divonis 3 Tahun, Penulis Buku ‘Jokowi Undercover’ Ajukan Banding

Jakarta, Obsessionnews.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Blora, Jawa Tengah (Jateng), menjatuhkan vonis tiga tahun kepada Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover. Yakni terbukti bersalah telah menyebarkan ujaran kebencian melalui Facebook dengan akun Bambang Tri. Serta menghina penguasa.

“Menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara (untuk Bambang Tri Mulyono), apakah terdakwa mengajukan banding?” kata Ketua Majelis Hakim Makmurin Kusumastuti di PN Blora, Jawa Tengah, Senin (29/5/2017).

Merasa keberatan dengan keputusan hakim, Bambang memutuskan untuk mengajukan banding. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yakni 4 tahun penjara. Ya saya menyatakan banding,” jawab Bambang.

Kasus ini bermula dari diskusi buku Jokowi Undercover yang berlangsung di pendopo Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jateng, Senin (19/12/2016) pukul 20.30-24.25 WIB. Diskusi ini berbuntut panjang karena dalam isi buku tersebut banyak menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Salah satunya Bambang menyebut Jokowi sebagai keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI). Bambang juga menulis Michael Bimo adalah saudara kandung Presiden Jokowi. Tertulis pula bahwa Jokowi bukan anak kandung dari Ibu Sudjiatmi.

Usai diskusi, isi buku selanjutnya menyebar ke mana-mana, bahkan hingga menjadi pesan berantai. Penyelidikan ini diawali dari Polda Jateng. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan pemanggilan pada Bambang untuk dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Saat pemanggilan pertama, Bambang tidak hadir tanpa alasan. Lalu dilakukan panggilan kedua, dan dijemput paksa dari kediamannya di Blora untuk selanjutnya diperiksa di Polsek Tunjungan, Blora, sebagai saksi.

Hasil pemeriksaan dari analisis penyidik, keterangan Bambang tidak mendasar hanya berdasarkan pada informasi yang beredar dan sumbernya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Selanjutnya, Bambang dinyatakan sebagai tersangka dan kasusnya dilimpahkan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatengwa Tengah ke Bareskrim Polri.

Hingga akhirnya pada Jumat (‎30/12/2016) malam, Bambang dibawa penyidik Bareskrim dari Polsek Tunjungan ke Jakarta untuk dilakukan penahanan. ‎Buntut dari buku yang ditulis oleh Bambang, dia dijerat ‎Pasal 16 UU No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik.

Selain itu, Bambang juga dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa negara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.