Sabtu, 25 September 21

Diuntungkan Keputusan Wasit, Chile Melaju ke Final

Diuntungkan Keputusan Wasit, Chile Melaju ke Final
* Peru, yang hanya diperkuat 10 pemain, akhirnya kebobolan sekitar lima belas kemudian. Melalui gol yang berbau offside, tendangan kaki kanan Eduardo Vargas membuat tuan rumah Cile unggul 1-0. (bbc.co.uk)

Chile – Diuntungkan keputusan kontroversi wasit, tuan rumah Chile melaju ke final Copa America 2015 setelah menundukkan Peru 2-1 dalam laga yang berjalan ketat di Santiago.

Chile baru bisa membobol gawang tim tamu 1-0 setelah wasit Jose Argote mengusir Carlos Zambrano, pemain belakang Peru, karena menerima dua kali kartu kuning akibat tuduhan mengasari Charles Aranguiz pada menit 20 babak pertama.

Para pemain Peru memprotes putusan wasit karena Zambrano dianggap berusaha menyapu bola, sementara Aranguiz dianggap sengaja menabrakkan dirinya.

Tetapi skor imbang ini hanya bertahan sekitar empat menit. Tendangan spektakuler Eduardo Vargas dari luar kotak penalti, tidak mampu ditepis kiper Peru, Pedro Gallese. (bbc.co.uk)
Tetapi skor imbang ini hanya bertahan sekitar empat menit. Tendangan spektakuler Eduardo Vargas dari luar kotak penalti, tidak mampu ditepis kiper Peru, Pedro Gallese. (bbc.co.uk)

Protes serupa juga dilakukan ketika wasit tidak menghukum Arturo Vidal saat menampar Zambrano di sudut lapangan.
Berbau offside

Peru, yang hanya diperkuat 10 pemain, akhirnya kebobolan sekitar lima belas kemudian. Melalui gol yang berbau offside, tendangan kaki kanan Eduardo Vargas membuat tuan rumah Chile unggul 1-0.

Walaupun unggul jumlah pemain, Cile tidak sepenuhnya menguasai jalannya permainan. Buktinya, Peru dapat menyamakan kedudukan 1-1 melalui gol bunuh diri pemain belakang tuan rumah, Gary Medel pada menit 60. (bbc.co.uk)
Walaupun unggul jumlah pemain, Cile tidak sepenuhnya menguasai jalannya permainan. Buktinya, Peru dapat menyamakan kedudukan 1-1 melalui gol bunuh diri pemain belakang tuan rumah, Gary Medel pada menit 60. (bbc.co.uk)

Walaupun unggul jumlah pemain, Chile tidak sepenuhnya menguasai jalannya permainan. Buktinya, Peru dapat menyamakan kedudukan 1-1 melalui gol bunuh diri pemain belakang tuan rumah, Gary Medel pada menit 60.

Tetapi skor imbang ini hanya bertahan sekitar empat menit. Tendangan spektakuler Eduardo Vargas dari luar kotak penalti, tidak mampu ditepis kiper Peru, Pedro Gallese.
Setelah 28 tahun

Skor 2-1 ini tetap bertahan hingga wasit meniup peluit tanda laga berakhir. Di final, Chile akan menghadapi pemenang laga semi final antara Argentina dan Paraguay.

Terakhir kali Chile lolos ke final pada 28 tahun silam. Kala itu Chile dikandaskan tuan rumah Argentina.

Terakhir kali Cile lolos ke final pada 28 tahun silam. Kala itu Chile dikandaskan tuan rumah Argentina. (bbc.co.uk)
Terakhir kali Cile lolos ke final pada 28 tahun silam. Kala itu Chile dikandaskan tuan rumah Argentina. (bbc.co.uk)

Bagaimanapun, keberhasilan Chile melaju ke final tidak terlepas dari kontroversi kepemimpinan wasit yang dianggap menguntungkan tuan rumah.

Di laga perempat final melawan Uruguay, Chile diuntungkan wasit yang mengusir pemain Uruguay, Edinso Cavani yang menampar Gonzalo Jara.

Tayangan ulang televisi menunjukkan tamparan ini terjadi setelah Jara ‘mengasari’ pantat Cavani sebelumnya. (bbc.co.uk)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.