Jumat, 17 September 21

Dituntut 5 Tahun Penjara, Adriansyah Siap Ajukan Pledoi

Dituntut 5 Tahun Penjara, Adriansyah Siap Ajukan Pledoi

Jakarta, Obsessionnews – Jaksa Penuntut pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut anggota komisi IV DPR non-aktif dari fraksi PDI-Perjuangan Adriansyah dengan hukuman 5 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp250 juta subsider 4 bulan kurungan.

Adriansyah dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap senilai Rp1 miliar, 50 ribu dolar AS dan 50 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp2,05 miliar dari pemegang saham PT Mitra Maju Sukses (MMS) Andrew Hidayat.

Menurut jaksa perbuatan Adriansyah tidak mendukung upaya pembentukan pemerintahan yang bersih menjadi hal pemberat. Namun, jaksa menganggap sikap sopan terdakwa, menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum sebagai hal yang meringankan penjatuhan tuntutan.

“Menyatakan terdakwa Adriansyah telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam dakwaan pertama,” ujar jaksa Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Menanggapi tuntutan tersebut, Adriansyah yang merupakan mantan Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) itu menyatakan bakal menyiapkan pledoi (pembelaan) bersama tim penasihat hukumnya. Pledoi akan dibacakan pada persidangan pekan depan.

“Pembelaan ada dari saya pribadi dan penasihat hukum saya,” kata Adriansyah menjawab pertanyaan ketua majelis hakim.

Berdasarkan dakwaan, Andrew Hidayat memberi uang Rp 1 miliar, 50.000 dollar AS, dan 50.000 dollar Singapura kepada Adriansyah. Pemberian tersebut dimaksudkan agar Adriansyah membantu pengurusan izin pertambangan sejumlah perusahaan yang dikelola Andrew di Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Kasus ini terungkap setelah KPK menangkap Adriansyah dan anggota Polsek Menteng Agung Kristiadi pada 9 April 2015, di Swiss-Bel Hotel Sanur, Bali, sekitar pukul 18.45 Wita. KPK juga menangkap Andrew Hidayat di salah satu hotel di kawasan Senayan, Jakarta. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.