Selasa, 26 Oktober 21

Dituding Terlibat Korupsi, Perdana Menteri Mundur!

Islamabad – Perdana Menteri (PM) Pakistan, Nawaz Sharif mengundurkan diri dari jabatannya, Sabtu (29/7/2017), setelah didiskualifikasi oleh Mahkamah Agung (MA) terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan keluarganya.

Nama PM Pakistan itu masuk dalam skandal Panama Papers pada 2015 lalu. Dalam data yang bocor itu, nama anak-anak Sharif terdaftar sebagai pemilik sejumlah perusahaan offshore di luar negeri. MA Pakistan menilai Nawaz Sharif tidak lagi layak duduk di jabatannya sekarang. “Setelah putusan itu, Nawaz Sharif telah melepaskan tanggung jawabnya sebagai perdana menteri,” ujar salah satu juru bicara Sharif, dalam pernyataan tertulisnya seperti dilansir laman BBC, Sabtu (29/7).

Dalam putusannya pada Jumat (28/7), salah satu hakim MA, Ejaz Afzal Khan, mengatakan PM Sharif tidak lagi “memenuhi syarat sebagai anggota parlemen yang jujur”. Sebelum akhirnya mengundurkan diri, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Nisar Ali Khan, menyarankan Sharif untuk menerima keputusan MA tersebut.

“Menyusul putusan itu, Nawaz Sharif telah mengundurkan sebagai perdana menteri,” ungkap seorang juru bicara Nawaz Sharif dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (28/7).

Lima hakim MA Pakistan memutus perkara ini dengan suara bulat di Pengadilan Islamabad. Sharif sendiri selalu menyanggah bersalah dalam kasus tersebut. Juru bicaranya juga menyebut Sharif berkeberatan dengan proses judisial di MA itu. Dalam putusan tersebut, Sharif dinilai telah bertindak tak jujur terkait pemasukan yang ia terima dari perusahaan di Dubai. Pemasukan ini tak ia cantumkan saat ia mencalonkan diri pada pemilihan umum 2013 lalu.

Putusan MA ini diambil terkait dengan penyelidikan tentang harta kekayaan keluarga Sharif menyusul tuduhan yang muncul dalam bocoran dokumen dari jasa firma Panama, Mossack Fonseca, yang kemudian dikenal dengan Panama Papers pada 2016. Putri dan menantu diduga terlibat kasus dugaan korupsi tersebut.

Dalam dokumen itu disebutkan bahwa tiga dari anak Nawaz Sharif mempunyai perusahaan offshore di negara-negara bebas pajak dan membeli sejumlah properti mahal di London. Meski, Nawaz Sharif dan anggota keluarganya berkali-kali mengaku tidak melakukan kesalahan.

Namun, MA merekomendasikan agar kasus korupsi terhadap sejumlah individu di Pakistan dilanjutkan, termasuk Nawaz Sharif dan putrinya Maryam, suami Maryam Safdar, yang saat ini menjabat Menteri Keuangan Pakistan.

Keamanan di ibu kota Pakistan, Islamabad, diperketat. Puluhan ribu polisi dan tentara disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan kerusuhan.

Nawaz Sharif, yang menjabat sebagai perdana menteri tiga kali, hampir saja menjadi perdana menteri pertama Pakistan yang berhasil merampungkan masa jabatan secara penuh.

Ia menjadi perdana menteri mulai dari November 1990 hingga Juli 1993 dan mulai Februari 1997 sampai dilengserkan melalui kudeta tak berdarah pada Oktober 1999.

Sejauh ini belum jelas siapa yang akan menggantikan Sharif, tetapi saudaranya Shehbaz, yang menjabat sebagai menteri besar Punjab, disebut-sebut sebagai calon kuat penggantinya.

Dokumen Panama Papers mengungkap banyak pemimpin dan pejabat tinggi dunia yang menggunakan jasa firma Mossack Fonseca. Sebagian di antara mereka yang namanya tercantum di dokumen ini langsung mengundurkan diri, termasuk PM Islandia, Sigmundur Gunnlaugsson. (*/BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.