Rabu, 1 Desember 21

Dituding Dalang Provokasi, HMI Desak Kapolda Klarifikasi

Dituding Dalang Provokasi, HMI Desak Kapolda Klarifikasi
* Bentrokan antara demonstran dengan aparat mewarnai aksi bela Islam di Jakarta, Jumat (4/11/2016) malam. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com).

Jakarta, Obsessionnews.com – Unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung di Jakarta, Jumat 4 November 2016 berakhir dengan aksi anarkisme yang dilakukan kelompok provokasi. Kericuhan terjadi pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dituduh sebagai dalang di balik keributan tersebut.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI Mulyadi P. Tamsir membantah tudingan miring tersebut. Ia memastikan keributan pada aksi Bela Islam itu bukan dilakukan oleh anak-anak HMI. Ia mengatakan tidak benar bahwa massa HMI bentrok dengan masa Front Pembela Islam (FPI).

“Bahwa tidak benar ada benturan aksi antara mass HMI dan massa FPI,” kata Mulyadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/11/2016).

Ia menyatakan, ‎massa aksi dari HMI berada pada posisi paling depan sebelah kiri Jalan Merdeka Barat. Kelompok HMI datang jam 13.30 sampai magrib berjalan tertib dan damai, dan setelah itu mereka shalat magrib berjamaah dijalan.

“Sesuai kesepakatan aksi HMI akan menarik diri bakda shalat magrib, namun karena posisi HMI berada di barisan paling depan, membawa mobil komando dan 1 mobil Innova, maka tidak dimungkinkan untuk mundur. Sehingga kita duduk-duduk di sekitar mobil menunggu aksi selesai,” terangnya.

Ia menegaskan tidak mungkin massa HMI bisa menjebol barikade polisi, sedangkan  mereka hanya dibekali atribut dan  bendera kecil dengan tiang bambu belah sepanjang 1,2 m. “Kami menyesalkan adanya kericuhan yang mewarnai aksi demonstrasi tanggal 4 November 2016,” tuturnya.

PB HMI menyayangkan adanya pemberitaan menyudutkan HMI yang datang dari  Kapolda Metro Jaya Irjen Moh Irawan. Mereka minta Kapolda mengklarivikasi pemberitaan yang tidak benar tentang HMI yang dituding sebagai pihak provokator.

“Kami meminta Kapolda untuk melakukan klarifikasi dan minta maaf atas pernyataannya tersebut,” tegasnya.

HMI secara keseluruhan tetap mendukung usaha kepolisian untuk menyelidiki lebih jauh dan lebih teliti pihak-pihak yang memicu kericuhan hingga mencederai aksi damai. Serta mendukung proses hukum terhadap Ahok ditegaskan secara adil. ‎(Albar)

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.