Sabtu, 2 Juli 22

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Aplikasi Pinjol Ilegal

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Aplikasi Pinjol Ilegal
* Polda Metro Jaya merilis pengungkapan jaringan aplikasi pinjaman online (Pinjol) ilegal. (Foto: Gtg)

Obsessionnews.com – Subdit IV/Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap 11 orang tersangka jaringan aplikasi pinjaman online (Pinjol) ilegal. Dalam menjalankan aksinya, tersangka melakukan penagihan dengan cara mengancam kepada para nasabah-nasabah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E. Zulpan mengatakan, kasus ini terbongkar setelah pihaknya menerima 4 laporan dari nasabah pinjol pada Maret 2022 lalu.

“Korban dan pelapor ada 4 orang kemudian para tersangka dalam kasus ini yang tadi kita tampilkan ada kurang lebih 11 orang,” ujar Zulpan kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Zulpan mengatakan, para tersangka yang ditangkap berperan sebagai peneror nasabah yang menunggak. Para tersangka memberi ancaman-ancaman kepada korban yang belum membayar utang.

“Modus operandi para tersangka melakukan penagihan secara online ke nasabah-nasabah yang telah melakukan pinjol ke mereka yang mana saat penagihan para tersangka menggunakan kata-kata ancaman ke nasabah dan juga memgancam akan disebar data dirinya ke seluruh kontak di ponselnya yang membuat nasabah takut,” kata Zulpan, didampingi Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis dan Kasubdit Siber Kompol Rovan Richard Mahenu.

Lebih lanjut Zulpan menuturkan, para tersangka sendiri ditangkap di tempat yang berbeda-beda. Selain itu mengenai jumlah aplikasi pinjol dari sindikat ini, jumlahnya sebanyak mencapai 58 aplikasi.

“Daftar aplikasi pinjol yang dioperasikan para tersangka cukup banyak ada 58 diantaranya ini Jarikaya, Dana Baik, Getuang, Untung Cepat, Rupiah Plus dan lain-lain,” ucap Zulpan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis menjelaskan pihaknya kesulitan menangkap bos dari jaringan ini. Sebab, mereka bekerja secara terputus dan disinyalir bos mereka berada di luar negeri.

“Kenapa kita baru bisa menangkap sampai desk collection hingga manager, karena mereka yang menggunakan peralatan IT yang bisa kita lacak, tapi untuk diatasnya kami belum bisa melakukan penangkapan karena mereka terputus dan mereka tidak ada disini,” tambah Aulia.

Meski begitu, sambung Aulia, Polda Metro Jaya masih terus mendalami kasus ini. Aulia sendiri menegaskan jika pihaknya tetap akan memberantas pinjol ilegal. “Kami tetap konsisten akan berantas pinjol sampai kapanpun khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ungkapnya.

Terhadap para tersangka dikenakan Pasal 27 ayat 4 dan Pasal 45 ayat 4 UU ITE, Pasal 29, Pasal 45B, Pasal 32 ayat 2, Pasal 46 ayat 2, Pasal 34 dan Pasal 50 dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.