Rabu, 11 Desember 19

Ditjen Bimas Islam Berharap Awal Ramadhan Serempak

Ditjen Bimas Islam Berharap Awal Ramadhan Serempak
* Sekretaris Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin.

Jakarta, Obsessionnews.com – Umat Islam di seluruh dunia, saat ini, tengah bersuka cita menunggu datangnya bulan suci Ramadhan. Tak terkecuali umat Islam di Indonesia yang menyambutnya dengan beragam acara, semisal pawai obor, tausyiah tarhib Ramadhan, hingga munggahan atau makan bersama keluarga dan sahabat.

Menilik waktu Ramadhan yang semakin dekat, Kementerian Agama (Kemenag) akan semakin bersyukur jika nanti awal Ramadhan 1438 H yang ditetapkan Kemenag bersamaan dengan tanggal yang ditetapkan ormas-ormas Islam. Hal itu dikemukakan Sekretaris Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, Kamis (25/5/2017).

“Kami bersyukur, alhamdulillah, kalau awal Ramadhan bisa bersamaan. Tapi kita tunggu bersama hasil sidang isbat,” kata Amin.

Menurutnya, sidang isbat penetapan awal Ramadhan harus tetap dilaksanakan karena sidang ini dilakukan berdasarkan Fatwa MUI. Kemenag memiliki kewenangan sesuai amanat fatwa MUI. Kemenag punya tanggung jawab menentukan awal dan akhir Ramadhan serta awal Dzulhijjah.

Sidang isbat yang rencananya digelar hari ini, Jumat (26/5/2017), diawali paparan posisi hilal oleh ahli astronomi LAPAN lalu dijeda shalat Maghrib. Sidang kemudian dilakukan tertutup dengan dibuka oleh Menag, paparan hasil pantauan dari 48 titik oleh Direktur Urais Ditjen Bimas Islam Kemenag, dan pandangan ormas. Bila sudah sepakat, Menag baru menetapkan awal Ramadhan.

Amin menjelaskan, Kemenag baru akan memastikan awal Ramadhan pada Jumat (26/5/2017), meski beberapa ormas Islam sudah menetapkan tanggal awal Ramadhan, “Kepastian awal Ramadhan baru besok. Hari ini belum akhir Sya’ban,” tegasnya.

Seperti diketahui, sejumlah ormas Islam menggunakan metode berbeda dalam menetapkan awal Ramadhan. Sementara Kemenag menggabungkan metode hisab dan rukyat. Hisab menentukan kapan melakukan rukyatul hilal dan rukyatul hilal (pengelihatan bulan) untuk memastikan.

Menurutnya, ada 84 titik untuk melihat langsung posisi hilal, dari Papua hingga Aceh. Para pengamat akan tetap di posisinya sampai ketetapan awal Ramadhan oleh Kemenag dibuat. Ia memprediksi paling lama pukul 18.30 WIB hari ini sudah ada ketetapan awal Ramadhan oleh Kemenag. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.