Selasa, 26 Oktober 21

Ditertibkan Minuman Beralkohol di Sumbar

Ditertibkan Minuman Beralkohol di Sumbar

Padang, Obsessionnews – Kebijakan pemerintah menerapkan aturan pelarangan penjualan minuman beralkohol golongan A di mini market dan toko serta pengecer, harus segera ditindakkanjuti.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno meminta pemerintah kabupaten (pemkab)/pemerintah kota (pemko) supaya segera melakukan penertiban di lapangan.

“Tindak lanjut di lapangan perlu segera dilakukan, karena aturan pelarangannya sudah jelas. Sebenarnya di Sumbar hampir tidak ada swalayan yang menjual minuman beralkohol, karena masyarakat Minang masih berpegang pada syariat. Tapi kalau masih ada di lapangan, bupati/walikota harus segera menertibkan,” kata Irwan Prayitno di Padang, Kamis, (12/3)

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar Mudrika mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar tidak berwenang melakukan penertiban di lapangan. Kewenangan melakukan penertiban penjualan minuman beralkohol menjadi tanggung jawab pemkab/pemko. Pasca pemerintah mengeluarkan aturan, Disperindag Sumbar telah mengirimkan salinan peraturan tersebut ke kabupaten/kota.

Menurut Mudrika, larangan penjualan minuman beralkohol golongan A di mini market ataupun pengecer, bukan berarti minuman dengan kandungan alkohol 0-5 persen tersebut tidak boleh lagi diperjualbelikan. Tetapi, penjualannya dibatasi, hanya di tempat tertentu yang telah mengantongi izin, seperti di kafe ataupun hotel.

“Terhitung 16 April mendatang, seluruh mini market ataupun pengecer tidak boleh lagi menjual minuman beralkohol golongan A, seperti bir dan bir hitam. Penjualannya tidak bisa bebas lagi. Pembeli yang ingin mendapatakan minuman itu harus berusia minimal 21 tahun yang dibuktikan dengan menunjukkan KTP,” kata Mudrika.

Terhitung sejak aturan itu diterapkan per 16 April 2015, tidak dibenarkan menjual minuman jenis itu, kecuali yang telah mendapat izin. Apabila masih ada mini market atau toko yang tidak menghormati aturan penjualan minuman beralkohol, maka pemkab/pemko bisa memberikan sanksi teguran hingga pencabutan izin usahanya. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.