Minggu, 14 Agustus 22

Diterima Presiden Jokowi, Perwakilan GNPF MUI Sampaikan Salam dari Habib Rizieq

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden RI Joko Widodo menerima Pimpinan GNPF MUI dan perwakilan Tim Advokasi GNPF MUI di Istana Merdeka, Minggu (25/6/2017). Pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu digelar secara tertutup.

Selain menyampaikan hal-hal penting terkait aktivitasnya, perwakilan GNPF-MUI juga menyampaikan ucapan salam dari Habib Rizieq Shihab selaku Ketua Dewan Pembina GNPF yang tengah berada di Arab Saudi.

Pada pertemuan yang dilangsungkan pada pukul 12.40 WIB itu Presiden Jokowi didampingi Menkopolhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Menag Lukman Hakim. Pertemuan ini merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya antara GNPF MUI dengan Pemerintah yang diwakili Menkopolhukam Wiranto dan Wapres Jusuf Kala.

Dalam pertemuan tersebut, GNPF MUI yang dipimpin langsung oleh Ketua GNPF Ust Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan terlebih dahulu situasi kekinian dalam hubungan antara Pemerintah dengan Ulama, khususnya pada masa Pilgub DKI Jakarta dan pasca Pilgub dirasakan ada kesenjangan komunikasi (yang cukup kuat), masing-masing dengan persepsinya sendiri-sendiri.

“Padahal yang dilakukan oleh ulama yang tergabung dalam GNPF hanyalah bermaksud menyampaikan pendapatnya secara damai, tidak anarkis apalagi mengarah ke makar, dalam koridor demokrasi,” demikian antara lain isi keterangan Pers GNPF-MUI yang diterima Obsessionnews.com, Minggu (25/6/2017).

Pimpinan GNPF MUI yang lain menyampaikan adanya suasana paradoksal, pada satu sisi pemerintah berpendapat tidak melakukan kebijakan yang bersifat menyudutkan umat Islam, tapi di pihak lain GNPF menangkap perasaan umat Islam yang merasa dibenturkan dengan Pancasila, dengan NKRI, dan dengan Kebhinekaan. Tentulah hal ini tidak menguntungkan bagi Pemerintah dalam menjalankan program-programnya dan bagi ulama dan umat dalam menjalankan dakwahnya.

Oleh karenanya, GNPF mengharapkan dari pertemuan ini dapat dibangun saling pengertian yang lebih baik di masa depan.

Sementara itu, Presiden menyampaikan rasa senang dapat bertemu pimpinan GNPF MUI, serta menegaskan tidak ada maksud utk tidak mau menerima ulama yang tergabung dalam GNPF MUI, semua itu hanyalah mis komunikasi semata. Jokowi menyatakan, dalam beberapa kali pertemuan dengam ulama, tidak pernah memerintahkan untuk mencoret ulama yang tergabung dalam GNPF MUI.

Jokowi mengulang kembali pernyataannya selama ini bahwa dirinya betul-betul menahan diri dari mengintervensi kasus Ahok. “Dan kenyataannya kemudian kan terbukti bersalah (dalam persidangan)”.

Presiden Jokowi juga menjelaskan tentang upayanya melakukan keseimbangan di bidang ekonomi dengan membuka hubungan intensif ke Cina dan negara-negara Timur Tengah termasuk Turki, karena tidak mau tergantung pada negara Barat.

Demi membangun hubungan lebih lanjut dengan GNPF, Jokowi menyampaikan telah memerintahkan Menkopolhukam untuk melanjutkan komunikasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan, seraya mengharapkan akan lebih intensif lagi pertemuan GNPF dengan beliau di waktu yang akan datang. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.