Jumat, 29 Mei 20

Ditemukan Kuburan Massal Muslim Rohingya di Myanmar

Ditemukan Kuburan Massal Muslim Rohingya di Myanmar
* muslim Rohingya

Kantor staf komando militer Myanmar mengabarkan penemuan kuburan massal Muslim Rohingya di negara itu.

France Press (10/1) melaporkan, militer Myanmar, Rabu (10/1) mengkonfirmasi penemuan 10 mayat Muslim Rohingya yang baru-baru ini tewas dibunuh aparat keamanan dan kelompok Buddha ekstrem di sebuah kuburan massal di salah satu desa negara bagian Rakhine, barat Myanmar.

Sehubungan dengan ini, Marixie Mercado, Juru Bicara Dana Anak PBB, UNICEF memperingatkan kondisi mengenaskan anak-anak Muslim Rohingya.

Menurut keterangan jubir UNICEF itu, kondisi kesehatan dan makanan Muslim Rohingya di Myanmar sangat buruk.

Dalam gelombang baru penyerangan terhadap Muslim Rohingya oleh militer Myanmar di Rakhine, lebih dari 6.000 orang tewas, 8.000 terluka dan lebih dari 800 ribu lainnya terpaksa mengungsi ke Bangladesh.

tentara Myanmar

Militer Myanmar Akui Bunuh Muslim Rohingya
Untuk pertama kalinya militer Myanmar mengakui bahwa anggota mereka terlibat dalam pembunuhan warga minoritas Muslim Rohingya.

Dalam keterangan yang diunggah di Facebook, Rabu (10/01), disebutkan bahwa tentara Myanmar ikut membunuh warga Muslim di Negara Bagian Rakhine.

“Orang-orang di Desa Inn Dinn dan aparat keamanan mengakui telah membunuh 10 teroris dari Benggala,” demikian keterangan militer mengacu ke insiden pada 2 September 2017 lalu.

Rohingya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar baik oleh pemerintah maupun militer Myanmar, yang biasanya menyebut mereka dengan menggunakan istilah lain seperti Benggala.

Jenazah 10 warga Rohingya ini ditemukan satu kuburan massal di desa tersebut dan keterangan militer menyatakan aksi pembunuhan dilakukan sebagai ‘tindakan balas dendam’.

“Diputuskan bahwa mereka (warga Muslim Rohingya) dibunuh di satu pekuburan,” tambah keterangan tersebut.

Pernyataan militer ini juga untuk pertama kalinya mengukuhkan adanya kuburan massal di Rakhine.

Operasi militer di Rakhine yang dimulai pada akhir Agustus 2017 memicu gelombang kekerasan dan pengungsian tak kurang dari 600.000 warga Rohingya ke negara tetangga Bangladesh.

Krisis kemanusiaan yang oleh PBB digambarkan sebagai salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir dipicu oleh serangan kelompok perlawanan Rohingya terhadap beberapa pos keamanan di Rakhine.

Wartawan BBC mendapati rumah milik warga Rohingya di Rakhine sengaja dibakar. (BBC)

Genosida dan pembersihan etnik
Tindakan itu dibalas oleh operasi militer besar-besaran di kampung-kampung pemukiman etnis Rohingya, yang menurut PBB ‘adalah jelas-jelas pembersihan etnik’ meski dibantah oleh pemerintah dan militer Myanmar.

Namun kesaksian semua warga Rohingya yang menyelamatkan diri ke Bangladesh mengarah pada keterlibatan tentara dalam pembunuhan massal, yang dibantu oleh kelompok militan Budha di Rakhine.

Kesaksian ini sudah dicek ulang media dan sejumlah organisasi hak asasi manusia, yang hampir semuanya mengukuhkan kesaksian para warga Rohingya di pengungsian.

Hal ini membuat PBB dan pemerintah Amerika Serikat menuduh militer Myanmar telah melakukan genosida terhadap umat minoritas Muslim Rohingya.

Tuduhan ini selalu dibantah oleh pemerintah dan militer Myanmar, tapi pada hari Rabu (10/01) Angkatan Darat mengakui sejumlah anggotanya membunuh warga Rohingya.(ParsToday/bbc.com)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.