Rabu, 28 September 22

Ditemukan di Bendungan, Jenazah Anak Ridwan Kamil Dimakamkan 13 Juni 2022

Ditemukan di Bendungan, Jenazah Anak Ridwan Kamil Dimakamkan 13 Juni 2022
* Potret Bendungan Engehalde, Bern, Swiss. (Tangkapan layar/kanal YouTube/Bayu Wiro)

Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman D Hadad mengatakan kepolisian Bern telah menyampaikan informasi mengenai ditemukannya jasad Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) pada Rabu (8/6/2022) pagi 06.50 pagi waktu Swiss atau 11.50 WIB di Bendungan Engehalde, Bern yang kemudian dievakuasi. Tampaknya, jasad Eril hanyut terbawa arus sungai hingga tersangkut di bendungan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan pernyataan pasca ditemukan jasad anaknya, Eril setelah hilang di sungai Aare, di Bern, Swiss beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ridwan Kamil melalui akun Instagramnya, Kamis (9/6/2022).

“Alhamdulillah Ya Allah SWT, Engkau telah mengabulkan permohonan doa kami. Jenazah ananda Emmeril Kahn Mumtadz sudah ditemukan,” paparnya.

Menurut Ridwan Kamil, jenazah akan diterbangkan dibawa pulang ke Indonesia tiba pada Minggu (12/6), dan dimakamkan keesokan harinya.

“Terima kasih kepada KBRI Swiss dan Kepolisian/Pemerintah Kota Bern atas kerja kerasnya,” ujar Gubernur Jawa Barat.

“Jazakallah kepada semua pihak yang turut membantu dalam pencarian dan kepada yang ikhlas mendoakan Eril, semoga Allah SWT membalas berlipat kebaikan dan keikhlasan anda semua,” tambahnya.

Setelah dilakukan pencarian selama 14 hari, Eril (22) yang hilang di sungai Aare di Bern, Swiss ditemukan. KBRI Bern mengungkapkan bahwa Eril telah ditemukan dalam kondisi meninggal dan mengatakan proses kepulangan jenazah Eril ke Indonesia akan segera dilakukan.

Perwakilan keluarga sekaligus paman Eril, Elpi Nazmuzaman, bersyukur jasad Eril telah ditemukan setelah keluarga menyerahkan keputusan pencarian untuk dikoordinasikan penuh pada pihak KBRI Bern.

“Pada hari ini alhamdulillah pihak KBRI menyampaikan informasi bahwa upaya pencarian telah bertemu kepada takdir yang diharapkan, yaitu semoga pertemuan kami dengan Eril dalam keadaan yang Allah ridhoi,” kata Elpi dalam konferensi pers virtual, Kamis (9/6/2022) malam.

Elpi juga mengatakan keluarga akan menerima almarhum Eril untuk menyempurnakan haknya selaku Muslim, “dimana apabila dia wafat hendaklah diantarkan, disucikan, dikafani, disholatkan, dan diantarkan untuk dimakankan sesuai syariat Islam sejauh yang memungkinkan dengan tetap menjaga kehormatan kondisinya,” katanya.

Meski begitu, Elpi mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kapan jenazah Eril bisa dipulangkan ke Indonesia. Dia pun berharap prosesnya dapat berlangsung cepat.

“Untuk waktu, kami belum bisa memastikan pasti kapan sampai di Indonesia. Pada dasarnya kami akan secepatnya sampai di Indonesia, harapan kami dapat tiba setidaknya Sabtu atau Minggu,” jelasnya.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Kepolisian Bern, Kepolisian Maritim Bern, Pemerintahan Kota Bern, Pemerintahan Federal Swiss dan KBRI yang tidak henti-hentinya melaksanakan fungsi perlindungan WNI. Bahkan yang kami rasakan KBRI tidak sekadar melaksanakan fungsinya, tetapi juga lebih dari itu, siap sehingga kami tidak merasa sendirian dan negara hadir melindungi WNI dimanapun,” tutupnya.

Sebelumnya, Eril dilaporkan hilang di Sungai Aare sejak Kamis (26/5/2022) sekitar pukul 11.24 waktu setempat. Sejak saat itu, upaya pencarian terus dilakukan, meski pihak keluarga meyakini bahwa Eril sudah meninggal dunia. Eril sendiri berada di Swiss untuk mencari sekolah dalam rangka melanjutkan jenjang pendidikan S2. (CNBCIndobesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.