Sabtu, 31 Oktober 20

Ditantang Jokowi, Rizal Ramli Siap Debat Soal Utang dengan Sri Mulyani

Ditantang Jokowi, Rizal Ramli Siap Debat Soal Utang dengan Sri Mulyani
* Sri Mulyani dan Rizal Ramli.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ekonom senior Rizal Ramli (RR) menyatakan siap beradu argumen terkait utang luar negeri dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI), menyambut tantangan Presiden Jokowi.

“Wah ini asyik, tolong diatur debat terbuka RR vs SMI di TV,” tegas RR di akun Twitternya, Kamis (26/4/2018).

Sebelumnya, Presiden Jokowi menantang pengkritik utang untuk adu data dengan Sri Mulyani. Persoalan utang luar negeri Indonesia yang telah mencapai Rp4.000 triliun menjadi amunisi bagi kelompok oposisi untuk mengkritik Pemerintah. Jokowi pun mempersilakan para politikus oposisi untuk beradu argumen soal utang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Soal utang, saat kita dilantik [sebagai Presiden pada Oktober 2014], utang itu sudah Rp2 ribu triliun, bunganya kurang lebih 250-an triliun. Dihitung saja angkanya,” ujar Jokowi dalam Mata Najwa ‘Eksklusif: Kartu Politik Jokowi yang ditayangkan di Trans 7, Rabu (25/4) malam.

Menurut RR, adu argumen atau debat terbuka soal utang luar negeri antara dirinya dengan SMI akan mencerahkan masyarakat.

“Akan ketahuan siapa yang manipulatif, dan merupakan bagian dari masalah,” tegas Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini.

Dalam beberapa kesempatan RR mengatakan utang luar negeri Indonesia yang telah mencapai Rp4.000 triliun sudah ‘sudah lampu kuning’. “Sudah gali lubang tutup jurang,” tandas Ekonom naionalis idealis yang pro ekonomi kerakyatan ini.

Indikatornya, jelas dia, keseimbangan primer (primary balance) negatif yang berarti sebagian bunga utang dibayar tidak dari pendapatan melainkan utang baru.

Debt Service Ratio (DSR) terhadap kinerja ekspor juga turut berkontribusi pada kurang produktifnya ULN Indonesia. DSR Indonesia kini sudah menyentuh 39 persen. Kemudian tax ratio baru sebesar 10,4 persen, lebih rendah dari sejumlah negara di ASEAN. “Tax ratio hanya 10 persen-an karena pengelolaan fiskal tidak prudent alias ugal-ugalan,” ungkap RR.

Indikator lainnya yaitu trade account, service account, dan current account semuanya negatif. Di samping faktor US Fed Rate. “Itulah salah alasan utama kenapa kurs Rupiah terus anjlok,” bebernya. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.