Senin, 20 September 21

Disnaker Beri Sinyal Buruh dan Pengusaha Damai Soal UMP

Disnaker Beri Sinyal Buruh dan Pengusaha Damai Soal UMP

Semarang, Obsessionnews – Dinas Tenaga Kerja, Transimgrasi dan Kependudukann (Disnakertransduk) Jawa Tengah memberi sinyal kubu buruh dan pengusaha sudah sepakat atas nilai upah yang diterapkan pada tahun depan. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut akan menemui para stackholder terkait soal penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2016 dalam waktu dekat.

“Gubernur Jateng segera mengundang seluruh pengusaha, serikat pekerja dan dinas terkait sebelum pengesahan UMP 2016 tanggal 27 November 2015 mendatang,” ujar Kepala Bidang Hubungan Industrial, Disnakertransduk Jateng, Handono kepada awak media, di Hotel Novotel Jalan Pemuda Semarang, Senin (2/11/2015).

Saat ini, pengajuan nilai upah buruh di 35 Kabupaten/Kota sudah diterima oleh Ganjar. Namun, belum ada tanda-tanda dari pihak perusahaan yang ingin mengajukan keberatan tentang penetapan UMP 2016 yang didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tentang Pengupahan.

“Semua (pelaku industri di Jateng) masih menunggu dan kalau itu sudah ditetapkan maka mereka bisa mengajukan keberatan kepada bupati atau walikota di daerah masing-masing,” terang dia.

Sebagaimana banyak dibahas di berbagai forum, PP Nomor 78 tentang Pengupahan memberi instruksi bahwa perhitungan UMP 2016 tiap provinsi mengacu pada angka inflasi, pertumbuhan ekonomi dan komponen di UMP 2015. Meski begitu, para buruh sempat menolak pemberlakuan PP tersebut lantaran penggunaan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang biasanya ditetapkan Dewan Pengupahan, digunakan per lima tahun, bukan setia tahun.

Tentang sikap buruh Kota Semarang yang mendesak Penjabat (Pj) Tavip Supriyanto menyatakan UMK 2016 sebanyak 2,5 juta, dia mempersilahkan hal itu dengan tetap melihat kemampuan pengusaha setempat. Handoko pun menyarankan Pemerintah Kota Semaran untuk mencari solusi terbaik agar hasilnya seimbang.

“Meski di satu sisi ditetapkan nilai UMK  cukup besar, namun kalau sisi lain mengakibatkan pengusaha gulung tikar maka itu menjadi serba sulit. Oleh karena itu kami mendorong Pemkot Semarang adil dalam menetapkan UMK 2016,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.