Rabu, 1 Desember 21

Diskusi ‘Membedah Kasus Ahok’ Diwarnai Kericuhan

Diskusi ‘Membedah Kasus Ahok’ Diwarnai Kericuhan
* Diskusi 'Membedah Kasus AHOK: Apakah Penistaan Agama?' di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2016).

Jakarta, Obsessionnews.com –¬†Diskusi yang bertajuk ‘Membedah Kasus AHOK: Apakah Penistaan Agama?’ yang semula berjalan lancar tiba-tiba suasana menjadi ricuh. Kericuhan itu dikarenakan salah satu orang yang bertanya, yakni Silvasius, mengaku kecewa lantaran Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus diserang oleh isu dugaan penistaan agama.

Kejadian tersebut berawal saat Silvasius mengungkapkan keluhannya kepada semua pihak ataupun Front Pembela Islam (FPI) agar jangan membawa-bawa agama dalam menghasut orang untuk membenci Ahok.

“Jangan pakai ayat agama untuk menghasut orang. Biarkan prosesnya di Polri berjalan,” ujar Silvasius di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2016).

Mendengar pernyataan tersebut, juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, sontak naik pitam sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah Silvasius. Dia meminta Silvasius untuk berhenti berkomentar.

Munarman menyebutkan, dalam diskusi itu dirinya tidak pernah menyinggung masalah agama. Melainkan hal-hal yang berkaitan tentang pelanggaran pidana yang dilakukan oleh Ahok.

“Saya bicara dari tadi bicara mengatasnamakan hukum, bukan agama,” kata Munarman di tempat yang sama.

Tak hanya itu, Munarman beranjak dari kursinya ingin menyambangi Silvasius yang jaraknya tidak begitu jauh. Namun, niat Munarman tertahan oleh beberapa aparat polisi dan peserta diskusi tersebut.

Untuk meredam kejadian itu, aparat kepolisian langsung mengamankan Silvasius. untuk tidak memberikan komentarnya. Namun dia tidak terima karena kebebasannya untuk berpendapat merasa dikebiri. “Tidak bisa dong, ini kebebasan hak saya,” tutur Silvasius.

Puncak kemarahan Munarman pun semakin jadi. Dia meminta Silvasius agar masalah tersebut tidak diselesaikan dalam diskusi forum ini. Melainkan mengajaknya keluar. Pasalnya jika diselesaikan di dalam forum diskusi, maka akan membuat suasana tidak kondusif dan akan mengganggu semua pihak.

“Kita tidak mengancam. Kalau mau anda sama saya ke luar sekarang, biar selesai,” tegas Munarman.

Sementara Silvasius merasa mendapat acaman dari Munarman. Dia pun menegaskan tidak takut terhadap ancaman itu. “Gak usah ancam saya, katanya kaum itelektual, tapi kok begitu,” jawab Silvasius.

Akhirny, Silvasius pun berhenti bertanya dalam diskusi tersebut. Dengan berhentinya Silvasius bertanya, kemarahan Munarman pun meredam dan situasi kembali cair seperti semula. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.