Selasa, 24 November 20

Diserang Corona, New York Tutup Sekolah dan Gereja

Diserang Corona, New York Tutup Sekolah dan Gereja
* Pencegahan virus corona di New York. (BBC)

Akibat semakin banyaknya warga di ibu kota Amerika Serikat (AS) yang terinfeksi virus corona (covid-19), Gubernur New York menutup sekolah dan gereja. Pasukan Garda Nasional pun dikerahkan. “Ini masalah hidup dan mati,” kata Gubernur Andrew Cuomo, Selasa (10/3/2020).

Seperti dilansir BBC, Rabu (11/3), Gubernur negara bagian New York, AS, mengumumkan sudah mengerahkan pasukan Garda Nasional ke kota New Rochelle, kawasan terparah yang terdampak virus corona. Pasukan ini antara lain telah mengirimkan makanan kepada orang-orang yang sedang dikarantina di New Rochelle, di mana “zona penahanan” seluas 1,6km akan diberlakukan.

Wilayah tersebut merupakan “kluster terbesar” dari kasus-kasus virus corona di AS, kata Gubernur New York Andrew Cuomo ketika dia mengumumkan langkah-langkah tersebut pada Selasa.

Sejauh ini setidaknya ada 900 kasus yang sudah terkonfirmasi sebagai virus corona di AS. Adapun negara bagian New York memiliki 173 kasus aktif, yang merupakan kasus terbanyak di AS, dan 108 di antaranya berada di Westchester, salah satu kawasan di kota New Rochelle.

Sebelumnya, negara bagian New York, Andrew Coumo, juga sudah menutup sekolah dan gereja selama dua pekan mulai Kamis besok, di New Rochelle kawasan terparah yang terdampak virus corona.

Cuomo mengatakan, pasukan Garda Nasional sudah dikerahkan di kawasan tersebut untuk membantu tim medis, sementara Gedung PBB di New York ditutup dan tidak lagi menerima pengunjung.

Apa yang terjadi di New York?
Negara bagian New York memiliki 36 kasus terkonfirmasi virus corona. Namun demikian, New Rochelle, yang memiliki populasi hanya 77.000 jiwa diyakini memiliki setidaknya dua kali lebih banyak kasus. “[Ini] masalah khusus,” kata Mr Cuomo. “Itu sebuah fenomena.”

Sebuah sinagog dilaporkan berada di pusat wabah New Rochelle dan sekitar 1.000 orang yang terkait dengan keberadaan tempat ibadah itu kini sedang dikarantina.

Andrew Cuomo mengumumkan serangkaian langkah pada Selasa sore dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus di kawasan tersebut. Dia mengatakan “aksi dramatis” merupakan “masalah hidup dan mati”.

Sekolah, tempat berkumpul dan lokasi bisnis di pusat penyebara virus akan ditutup selama dua minggu. Seorang pejabat juga akan mendirikan fasilitas pengujian virus corona di rumah sakit setempat.

Pasukan Garda Nasional akan dikerahkan untuk membantu membersihkan sekolah dan ruang publik serta membagikan makanan. Namun demikian Cuomo menekankan bahwa tidak akan ada larangan bepergian di kota tersebut.

Apa yang terjadi pada lima orang politikus Partai Republik?
Lima orang pimpinan Partai Republik telah mengisolasi diri sendiri setelah melakukan kontak dengan seseorang yang dinyatakan positif interinfeksi virus corona.

Sejumlah anggota Kongres, diantaranya Senator asal Texas, Ted Cruz, mengisolasi diri setelah mereka berjabat tangan dengan seorang yang terinfeksi di sebuah konferensi.

Presiden Donald Trump, yang juga hadir di acara itu pada bulan lalu, menegaskan bahwa dia dalam keadaan sehat dan belum dites.

Seorang politikus senior Partai Demokrat juga mengisolasi diri setelah bertemu seseorang yang terpapar virus tersebut.

Ada lebih dari 700 kasus virus corona yang terkonfirmasi di AS dan 26 orang telah meninggal dunia sejauh ini.

Selain Ted Cruz, anggota Kongres asal Arizona, Paul Gosar, anggota Kongres dari Georgia, Doug Collins, serta anggota Kongres asal Florida, Matt Gaetz, semuanya mengkarantina diri selama 14 hari sesuai yang direkomendasikan WHO.

Hal ini dilakukan setelah mereka bertemu seseorang yang terinfeksi di CPAC, konferensi politik kelompok konservatif pada akhir Februari lalu.

Perwakilan Partai Republik, Mark Meadows, yang baru diangkat sebagai kepala Gedung Putih oleh Presiden Donald Trump, juga bertemu orang tersebut dan saat ini juga mengkarantina sendiri. Dia tidak menunjukkan gejala apa pun dan hasil tesnya negatif, kata juru bicaranya.

Presiden Trump dalam kondisi sehat
Presiden Trump dan Wakil Presiden Mike Pence menghadiri acara yang sama di Maryland, namun mereka tidak melakukan interaksi dengan individu tersebut. Trump memang berjabat tangan dengan ketua konferensi yang telah melakukan kontak dengan sang pasien.

Tetapi, pada Senin, Gedung Putih mengumumkan bahwa Trump belum menjalankan tes terkait virus tersebut. “Dia tidak melakukan kontak secara langsung dan lama dengan pasien Covid-19 yang dikonfirmasi, juga tidak ada gejala-gejalanya,” kata seorang juru bicara.

“Presiden Trump tetap dalam kondisi sehat, dan tim dokternya akan terus memonitor,” tambahnya.

Sementara itu, Gedung Putih mengeluarkan pengumuman terkait wabah virus corona dan memperingatkan bahwa jumlah kasusnya di AS kemungkinan akan meningkat.

“Akan ada lebih banyak kasus,” kata Wakil Presiden Mike Pence kepada wartawan. “Tapi kami hanya meminta hari ini agar rakyat Amerika mengutamakan akal sehat.”

Wakil presiden, yang juga mengonfirmasi bahwa dia belum mengikuti tes terkait virus itu, mengatakan pemerintah sedang berkonsultasi dengan Kongres untuk memberikan cuti sakit kepada para pekerja.

Pasar saham anjlok akibat wabah corona
Secara terpisah, dalam sambutan singkat, Trump mengatakan dia akan mengambil langkah “besar” untuk melindungi ekonomi negara itu dari dampak wabah virus corona.

“Kami akan membahas kemungkinan pemotongan pajak gaji atau keringanan, keringanan substansial,” katanya kepada wartawan.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang rencananya, tetapi mengatakan akan ada konferensi pers pada hari Selasa.

Komentar presiden muncul ketika pasar saham anjlok. Saham di seluruh dunia mengalami hari terburuk sejak krisis keuangan pada Senin.

Kasus virus corona telah dipastikan terjadi di 34 negara bagian dan Washington DC.

Ada 738 kasus yang dikonfirmasi dan ada 26 kasus kematian, demikian menurut Universitas Johns Hopkins.

Sementara itu, penumpang di kapal pesiar yang terpapar virus di California telah mulai diturunkan setelah mengikuti proses karantina di wilayah perairan San Francisco selama lima hari. (BBC News Indonesia)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.