Rabu, 2 Desember 20

Disebut Teroris, Erdogan Gugat Politikus Anti-Islam Asal Belanda

Disebut Teroris, Erdogan Gugat Politikus Anti-Islam Asal Belanda
* Erdogan vs Geert Wilders. (Foto: Het Nieuwsblad)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajukan gugatan pidana terhadap Geert Wilders, pemimpin Partai untuk Kebebasan (PVV) , partai sayap kanan jauh di Belanda, atas tuduhan “menghina presiden”.

Tuduhan tersebut terkait dengan komentar Wilders di media sosial yang menghina/menuduh Erdogan sebagai teroris, sebagaimana dilaporkan Anadolu, kantor berita resmi Turki.

Wilders adalah salah satu politisi sayap kanan paling terkemuka di Eropa dan telah memainkan posisi kunci dalam debat imigrasi di Belanda selama dekade terakhir, meskipun dia belum pernah menjabat di pemerintahan.

Pada Sabtu lalu, Wilders mengunggah gambar kartun Erdogan dan memberi judul “teroris”.

Dua hari kemudian, dia mengunggah gambar kapal tenggelam dengan bendera Turki di atasnya. “Bye bye @RTErdogan. Keluarkan Turki dari NATO,” cuitnya di bawah gambar itu.

Pengacara Erdogan, yang mengajukan gugatan kepada otoritas kejaksaan Turki di Ankara pada hari Selasa, mengatakan pengadilan Turki memiliki yurisdiksi atas masalah tersebut.

Alasannya, penghinaan tersebut ditujukan kepada presiden Turki, sebagaimana dilaporkan Anadolu, mengutip dokumen yang diajukan oleh tim pengacaranya.

Pengaduan yang diajukan oleh pengacara Erdogan mengatakan bahwa unggahan media sosial politisi Belanda itu tidak dapat dilihat dalam konteks kebebasan berpikir dan berekspresi.

Dikatakan bahwa pernyataan itu “menyinggung” martabat dan kehormatan presiden.

Tweet Wilders muncul di tengah perdebatan terbaru tentang Islam dan apa yang digambarkan oleh Ankara sebagai meningkatnya Islamofobia dan “fasisme” di Eropa.

Pada 25 Oktober lalu, Erdogan mengeluarkan pernyataan yang isinya mendesak Wilders agar “tahu diri”.

“Kami tidak memiliki fasisme dalam buku kami. Anda memiliki fasisme dalam buku Anda,” katanya.

Pejabat pemerintah Turki lainnya juga secara luas mengkritik Wilders karena tweet tersebut, dengan menggunakan tagar #TerroristGeertWilders.

Hubungan Turki dan Belanda memburuk pada 2017 ketika para pejabat Belanda tidak mengizinkan para menteri Turki berkumpul untuk referendum konstitusi di Turki.

Pada 2018, kedua negara mulai menormalisasi hubungan dengan pengangkatan duta besar.

Siapa Geert Wilders?
Wilders sering mengejutkan kalangan politik Belanda dan menyinggung umat Islam.

Dia dibebaskan dalam sidang ujaran kebencian tahun 2011 atas pernyataan yang menyamakan Islam dengan Nazisme dan menyerukan larangan Alquran.

Bulan lalu dia dibebaskan oleh pengadilan banding atas tudingan diskriminasi, meskipun pengadilan menguatkan dakwaan terhadapnya.

Wilders dituduh memimpin seruan untuk agar ada “lebih sedikit orang Maroko” di Belanda pada sebuah unjuk rasa tahun 2014.

Pada 2016 dia dihukum karena tudingan menghina kelompok dan menghasut diskriminasi.

Tetapi politisi anti-Islam berusia 56 tahun ini menyebut kasus itu sebagai pengadilan pertunjukan politik dan menantang putusan tersebut.

Tapi anehnya, Wilders berpendapat bahwa komentarnya harus dilindungi oleh atas hak kebebasan berbicara di negara itu. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.