Jumat, 17 September 21

Disebut Terlibat Pertamina, Setya Bantah Lewat Bawahannya

Disebut Terlibat Pertamina, Setya Bantah Lewat Bawahannya

Jakarta, Obsessionnews –  Nama Setya Novanto sudah banyak dikenal di publik bukan hanya karena dia menjabat sebagai Ketua DPR, namun juga karena perilakunya yang kerap menimbulkan kontroversi di masyarakat. ‎Setya kerap dihubungkan dengan kasus-kasus besar.

Bahkan pada saat terpilih sebagai ketua DPR, banyak pihak merasa kecewa dan tidak yakin politisi Partai Golkar ini mampu membawa citra DPR lebih baik. Sebab, Setya disebut-sebut banyak tersandung kasus hukum di KPK.

Kini Setnov terus jadi sorotan publik sebagai pelaku dalam berbagai skandal. Karena selang sehari setelah ramai diperbincangkan sebagai pencatut nama presiden Jokowi demi mendapatkan bagian saham PT. Freeport, kini Setnov kembali menjadi pemberitaan hangat media.

Belum selesai kasus Freeport, Setya kembali digoyang dengan adanya surat intervensi atas nama dirinya yang ditujukan terhadap PT. Pertamina beredar laus di kalangan pewarta. Meski demikian setnov tetap membantahnya.

Sayangnya bantahan itu dilakukan oleh para bawahannya dengan  menggunakan pejabat  di DPR yakni Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) DPR. Untuk membela sang Bos, Kabag TU DPR Hani Tapahari mengeluarkan surat terkait. Ia mengaku tidak tau darimana asal surat tersebut hingga akhornya beredar luas.

“Kami menyampaikan kepada temen-temen semua yang disampaikan bahwa ketua DPR mengirim surat ke direktur Pertamina itu tidak benar. Bahwa surat ini tidak pernah kami keluarkan dari bagian tata usaha DPRRI. Bahwa surat ini tidak pernah kami lihat,” ujar Hani saat melakukan konferensi pers di gedung Nusantara III, DPRRI, Jakarta, Rabu (18/11).

Hani menjelaskan bahwa surat yang kini tengah beredar luas tersebut palsu. Kepada wartawan, Hani menunjukkan form surat yang biasa dipergunakan pihaknya dengan memperbandingkannya dengan yang disebutnya palsu tersebut.

“ini sangat berbeda dengan surat di tata usaha DPRRI, bahwa kop surat yang ini (palsu) di tengah. Bahwa lambang DPRRI, selalu berada di pinggir khusus surat yang biasa di tandatangani Ketua DPRRI. Saya berikan contoh, bahwa ini surat yang resmi yang selalu dipergunakan bapak Ketua DPRRI untuk menuliskan suratnya, oleh karenanya sebagai bagian dari tata usaha DPRRI, bahwa surat yang beredar ini palsu, dan kami sama sekali tidak pernah mengeluarkan surat ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar surat intervensi Ketua DPRRI Setya Novanto ke Direktur Utama Pertamina Dwi Soecipto. Surat tersebut berlogo DPRRI bertanggal 17 Oktober 2015 dengan sejumlah lampiran-lampiran. Dalam surat tersebut, Setya Novanto meminta Pertamina membayar biaya penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) pada PT. Orbit Terminal Merak (OTM) dimana selama ini Pertamina menyimpan bahan bakar di perusahaan tersebut. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.