Kamis, 2 Desember 21

Dirut BTN Raih Best CEO BUMN 2016

Dirut BTN Raih Best CEO BUMN 2016
* Ditektur Utama BTN, Maryono (kedua dari kanan) meraih penghargaan sebagai Best CEO BUMN 2016 untuk sektor perbankan.

Jakarta, Obsessionnews – Ajang BUMN Award 2016 yang berlangsung pekan lalu di Jakarta benar-benar melambungkan nama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Pasalnya, selain memperoleh predikat sebagai Bank BUMN terbaik dalam pengelolaan SDM di lingkungan perbankan, Direktur Utama BTN Maryono pun terpilih sebagai Best CEO BUMN untuk sektor perbankan.

Kepemimpinan Maryono di bank BUMN tersebut dinilai mampu mensinergikan dan mengkolaborasikan kinerja BTN dengan BUMN lainnya, sehingga bisnis BTN tumbuh lebih baik dibanding perbankan lainnya.

Maryono menuturkan, selama ini dirinya bekerja hanyalah untuk memenuhi amanah dari pemegang saham.

“Saya kerjakan itu dengan baik sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada di mana saya mengemban tugas. Ini sebuah penghargaan yang tinggi dari BUMN sekaligus mewakili bank BUMN di sektor perbankan. Kami tetap akan melakukan sinergi agar bagaimana BUMN besar dan membawa manfaat untuk masyarakat secara nyata,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews, Senin (6/6/2016).

Maryono mengungkapkan, penghargaan yang diraih institusi dan dirinya tersebut menjadi pelecut pihaknya untuk bekerja lebih baik.

“Kami mengucapkan puji syukur bahwa ada orang lain yang menilai kinerja terbaik kami di tengah adanya indikasi perlambatan ekonomi baik dunia maupun Indonesia. Ini merupakan hal yang sangat positif bahwa kami mendapatkan penghargaan yang terbaik di antara bank-bak BUMN yang ada. Penghargaan ini hasil perjuangan dan kerja keras seluruh insan Bank BTN dan tentunya menjadi kebanggaan tersendiri,” katanya.

Secara institusi, BTN berhasil mencatatkan kinerja yang sangat memuaskan di tahun 2015. Di tengah kondisi perkenomian nasional yang melambat, Bank BTN justru menunjukan pertumbuhan yang sangat kuat. Kredit dan Dana Pihak Ketiga tumbuh melampaui angka industri.

Sementara rata-rata perbankan mengalami penurunan pendapatan, Laba bersih BTN meningkat dengan sangat signifikan. Begitu juga dengan kualitas kredit. Di tengah NPL perbankan yang memburuk akibat perlambatan ekonomi dan peningkatan risiko nilai tukar, NPL Bank BTN mengalami perbaikan yang signifikan.

Hingga triwulan I/2016 BTN mencatatkan kredit dan pembiayaan tumbuh 18,9% menjadi Rp143 triliun. Kredit dan pembiayaan pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp120 triliun.

Perseroan juga berhasil mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal I/2016 tumbuh 20% atau menjadi sebesar Rp131 triliun dari posisi yang sama tahun 2015, sebesar Rp109 triliun. Pada triwulan satu 2016 Bank BTN berhasil mencatatkan aset sebesar Rp178 triliun tumbuh dari aset periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp149 triliun.

Adapun laba bersih pada triwulan I/2016 sebesar Rp491 miliar. Laba perseroan ini tumbuh 22% dibanding perolehan laba periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp402 miliar.

Sementara itu berdasarkan laporan keuangan triwulan I/2016 tersebut, perseroan berhasil menurunkan NPL menjadi 3,59% (gross) turun dari NPL periode yang sama sebesar 4,78%. NPL Nett perseroan sendiri tercatat 2,34%. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.