Rabu, 25 Mei 22

Dirut BRI Raih Sabuk Hitam Dan VI Karateka

Dirut BRI Raih Sabuk Hitam Dan VI Karateka

Jakarta Obsessionnews – Satu kebanggaan bagi CEO Bank BRI Asmawi Syam saat memperoleh penghargaan kenaikan sabuk hitam (Dan VI) Karate Inkanas. Direktur Utama BRI yang terpilih dalam RUPS BRI Maret 2015 ini, ternyata masih menyempatkan diri melakukan  aktivitas olahraga kegemarannya sejak muda.

Ia mengaku, memperoleh sabuk hitam di Inkanas penuh dengan perjuang. Sebab kata Asmawi, harus melalui tahap per tahap ujian hingga ke sabuk hitam. “Yang membanggakan bagi saya, kenaikan tingkat ini bukan diterima atau jatuh dari langit begitu saja. Pemberian sabuk hitam DAN VI dari Inkanas ini harus melalui pengujian, bahwa saya memang benar-benar menerimanya,” ungkap Asmawi dengan penuh semangat, Minggu (20/12/2015).

Bertempat di Jakarta Convetion Center (JCC) Jakarta, Asmawi Syam resmi mendapat kehormatan kenaikan tingkat Sabuk Hitam DAN VI dari Pengurus Besar Institut Karate-Do Nasional (PB Inkanas). Asmawi mengaku mulai menggeluti bela diri asal Jepang itu sejak menimba ilmu di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Sebagai atlet berprestasi Amawi juga sebagai inspirator lahirnya karateka-karateka baru di kalangan mahasiswa. Asmawi sempat merintis kegiatan Goes to Campus sehingga organisasi karateka di kalangan mahasiswa berkembang, bahkan menorehkan pretasi baik lokal maupun nasional.

Asmawi (kanan) raih sabuk hitam.
Asmawi (kanan) raih sabuk hitam.

Bagi Asmawi, belah diri karate bukan olah raga biasa yang hanya olah fisik dan penguasaan bela diri semata. Namun menurutnya nilai-nilai filosofi bushido dapat membentuk karater dirinya. Keberhasilan meniti karir menduduki jabatan tertinggi di Bank BRI saat ini tidak terlepas pengaruh dan kecintaanya di dunia karate.

“Gaya kepemimpina saya sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai kesederhanaan, kesetiaan dan kehormatan yang semuanya merupakan nilai inti bushido. Hampir semua tugas di pekerjakan yang ditugaskan kepada saya, saya laksanakan dengan berprinsip pada nilai-nilai tersebut. Dan itu mambuat saya mampu menyelesaikan berbagai tugas dengan baik,” bangganya.

Diketahui, bushido menjunjung nilai kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati. Bukan saja itu, 7 prinsip kebijakan yakni kesungguhan (gi) keberanian (yu), kebijakan (jin,) penghargaan (rei), kejujuran (makoto), kehormatan (meiyo) dan kesetiaan (Chugi) dapat membentuk karakter seseorang lebih baik.

Pengakuannya terhadap dedikasi dan kemampuannya sebagai seorang karateka, Asmawi berharap dapat memberi inspirasi pada generasi anak bangsa agar senantiasa melakukan aktivitas-aktivitas yang positif. “Hal tersebut bisa membentuk kepribadian yang lebih baik, yang akan berguna dan akan turut menentukan masa depan mereka,” yakinnya.

Acara kenaikan sabuk (DAN VI) itu turut hadir menyematkan penghargaan prestasi oleh Ketua Harian PB INKANAS yang juga Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Indonesia (Kokorlantas POLRI) Irjen Pol. Drs. Condro Kirono mewakili Ketua Umum PB INKANAS Jend. Pol Badrodin Haiti yang berhalangan hadir karena tugas sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Kesempatan yang sama hadir juga Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olah Raga Karate Indonesia (PB FORKI) Jend. TNI Gatot Nurmantyo yang juga Panglima TNI. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.