Sabtu, 1 Oktober 22

Dirut BNI: MEA 2015 Bukan Soal Menang – Kalah

Dirut BNI: MEA 2015 Bukan Soal Menang – Kalah

Jakarta, Obsessionnews – Direktur Utama (Dirut) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot Suwondo menegaskan bahwa ajang Masyarakat Ekomomi ASEAN (MEA) yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini bukan merupakan ajang persaingan semata.

Menurut dia, selama ini masih banyak pandangan yang keliru tentang MEA yang sebenarnya merupakan bentuk kerjasama antar negara – negara ASEAN untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

“MEA itu tujuan akhirnya, end of the day itu untuk mencapai kesejahteraan di negara – negara ASEAN secara bersama – sama, bukan saling mematikan. Kalau ga kaya gitu memang berat,” ujar dia saat diskusi bersama media di Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Lebih lanjut ia mengaku, kesalahan pemahaman tentang MEA tersebut rupanya bukan hanya ada dikalangan masyarakat biasa, dalam beberapa kasus pemerintah Indonesia juga sempat memahami MEA dengan persepsi yang salah.

Akibatnya, sebagian dari pemerintah itu ada yang khawatir dan berharap memiliki industri perbankan dengan sekala besar hanya agar mampu bersaing dalam MEA 2015.

Salah satu ide yang muncul dari kekhawatiran tersebut adalah wacana tentang merger antara BNI dan Bank Mandiri yang nota benenya sama – sama bank milik pemerintah Indonesia.

“Kalau sudut pandangnya seperti naik ring, ya sana kelas berat pak, kita akan gabungpun hanya dua petinju kelas bulu. Tapi kalau cara pandangnya kerja sama pasti saling untung, bukan ada lose and winner. Masa masalah kaya ini saja harus worry,” tambah dia.

Sektor perbankan, lanjut dia, memiliki aturan dakam ASEAN Banking Integration Fremwork (ABIF) yang didalamnya ada kesetaraan bisnis dalam pembukaan cabang, mengatur aset minimum untuk pembukaan cabang baru, kemudian regulasi kredit mikro dan regulasi utk mengatur oprasional branchless banking.

“Selain itu juga ada Qualified Asean Bank (QAB) yang didalamnya tidak tercantum itu harus punya Rp100 triliun modal, mana ada itu saya belum pernah dengar,” tambah dia.

“Jadi memang dibangun untuk kerjasama. Kenapa kita harus takut? Nah ini pandangan kita, jadi kita melihatnya ga usah takut, tenang saja lah,” tambah dia. (Kukuh Budiman)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.