Rabu, 7 Desember 22

Dirjen Imigrasi Bantah Kecolongan Masuknya Cabai China

Dirjen Imigrasi Bantah Kecolongan Masuknya Cabai China
* Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Ronny F Sompie.

Jakarta, Obsessionnews.com – Sebanyak dua kilogram benih cabai, 5.000 batang tanaman cabai dan satu kilogram benih bawang daun dan sawi hijau telah dimusnahkan di Instalasi Karantina Hewan Kantor Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno Hatta.

Benih yang dibawa dan ditanam oleh warga negara China tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dengan incinerator.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Antarjo Dikin di kantor BBKP, Kamis (8/12/2016) mengatakan, kantor imigrasi telah kecolongan atas kegiatan berbahaya tersebut.

Pernyataan Antarjo dibantah keras oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Ronny F Sompie. Dalam keterangan resmi yang diterima Obsessionnews, , Jumat (9/12), Sompie mempertanyakan sejauh mana Antarjo Dikin telah melakukan tindakan penegakan hukum sebagai penyidik PPNS.

Sompie menyayangkan sikap Antarjo yang sepertinya mencari kambing hitam kesalahan akibat kelalaian instansinya untuk mencegah masuknya bibit tanaman ke Indonesia dengan cara melalui jalur checkpoints, baik di bandara, pelabuhan atau perbatasan negara di perbatasan darat.

Mestinya pihak Karantina tanaman dapat mencegah hal tersebut.

“Mengingat bibit dan tanaman itu membawa bakteri yang belum pernah ada di Indonesia, mengapa orang asing yang membawa bibit tanaman tidak bisa dicegah oleh pihak Karantina tanaman? ” jelasnya.

Sompie menegaskan, pengawasan orang asing bukan semata-mata menjadi tugas Ditjen Imigrasi, tapi juga menjadi tugas dan fungsi Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati yang dipimpin oleh Antarjo Dikin sendiri.

“Kalau sudah tahu ada orang asing yang menanam tanaman berbahaya, mengapa tidak ditindak ?” tudingnya.

Sompie juga mempertanyakan bagaimana peran institusi yang dipimpin  Antarjo untuk melakukan pengawasan yang harus diperbaiki.

Dirjen Imigrasi siap untuk bekerja sama menindak dan menegakkan hukum bersama-sama.

“Tidak perlu melempar kelalaian dan mencari kambing hitam di luar instansi yang dipimpinnya,” ungkapnya.

Sementara dalam melakukan pengawasan orang asing bisa dioptimalkan oleh Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati yang berkaitan dengan perbuatan pidana atau pelanggaran yang dilakukan orang asing dan masuk UU yang menjadi dasar pelaksanaan TUSI instansi tersebut.  (Popi Rahim)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.