Kamis, 22 Oktober 20

Direktur Utama PT Taspen (Persero) – Iqbal Latanro

Direktur Utama PT Taspen (Persero) – Iqbal Latanro
* Iqbal Latanro.

Ia tergolong sukses ‘mengurusi ‘ masalah asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun jutaan Pegawai Negeri dan pensiunan. Dengan ‘tangan dingin’ nya, sejumlah inovasi berhasil ia lakukan. Kinerja lembaga pun tak terbantahkan.


Sukses Iqbal Latanro memimpin Taspen tentu saja tak lepas dari kepiawaian dan leadership yang lahir dari pengalaman Iqbal sebelumnya menggawangi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Di bawah kepemimpinannya, Taspen melakukan banyak terobosan yang tidak hanya berimbas dari sisi bisnis, tapi juga manfaat bagi para anggotanya. Misalnya di tahun 2017, ini sejumlah langkah ia lakukan misalnya membangun strategi Taspen untuk mengarah kepada peningkatan investasi dan menggenjot penerimaan dividen.

“Taspen ke depan tidak lagi terlalu berharap pada kenaikan premi, sejalan dengan program pemerintah melakukan moratorium penerimaan PNS. Taspen juga lebih mengoptimalkan fungsinya sebagai manajer investasi, serta meningkatkan kinerja anak usaha,” ujarnya.

Untuk itu, selama 2017 Taspen akan menempatkan dana investasi pada obligasi korporasi dan surat utang negara (SUN) sebesar 60 persen, deposito 20 persen, saham dan kontrak investasi kolektif efek beragunan aset (KIK-EBA) sebesar 18 persen, sisanya untuk investasi langsung.

 

Begitu juga dengan strategi pengembangan anak usaha, Iqbal menjelaskan pihaknya terus meningkatkan kontribusi Taspen Life, merealisasikan kenaikan kepemilikan saham Taspen di Bank Mantap menjadi 40,05 persen dari sebelumnya hanya 20 persen.

Menengok ke belakang, selama tahun 2016 Taspen sudah berhasil merestrukturisasi anak usaha, yakni Bank Kesejahteraan Ekonomi, dengan menyelesaikan transaksi swap dengan Sarinah Jaya Group. Untuk itulah di tahun ini Taspen akan berupaya menuntaskan pembelian saham Jembatan Merah Plaza di Surabaya. Selain itu, berusaha menuntaskan investasi langsung saham pada Waskita Toll Road.

Sekarang ini tercatat Taspen sudah memiliki sembilan anak usaha dengan kepemilikan mayoritas, seperti Taspen Life, Bank Mantap, tol CMNP, dan Pefindo Biro Kredit.

Sedangkan di bidang pelayanan, Taspen menargetkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) pada tahun 2017 sudah terlayani klaim otomatis pencairan uang pensiun, meningkat dibanding saat ini yang baru terlayani sekitar 80 persen. Dengan demikian, saat memasuki pensiun ASN tidak lagi harus mengurus uang pensiun ke Taspen, tapi dananya langsung diantar ke rumah pensiunan atau ditransfer.

Hal ini menegaskan posisi Taspen sebagai perusahaan milik negara yang ditugasi untuk menangani asuransi bagi ASN dan pensiunan berkomitmen meningkatkan layanan, dengan melakukan jemput bola untuk mengurus proses PNS yang akan memasuki masa pensiun.

Selain klaim otomatis, Taspen juga sudah mengembangkan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan prosedur yang sangat mudah cukup mendapatkan verifikasi dan validasi dari BKN bahwa telah terjadi kecelakaan ASN saat menjalankan tugas.

Demikian juga klaim JKM, di mana keluarga ASN atau pensiun cukup melampirkan surat kematian dari Kelurahan ataupun dari instansi tempat ASN bekerja untuk kemudian kemudian dicairkan ke Taspen, atau di antar langsung oleh rumah keluarga yang berduka. (Rud) 

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.