Jumat, 21 Februari 20

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto
* Agus Susanto.

Melalui BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mampu mewujudkan cita-cita bangsa dengan melakukan inovasi manfaat yang diberikan kepada masyarakat luas berupa manfaat jaminan sosial yang paripurna di setiap tahapan siklus hidup. Agus juga mampu membawa BPJS Ketenagakerjaan sesuai target dan harapan seperti apa yang dicanangkan pada saat transformasi dari Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan.


Nama Agus Susanto semakin dikenal sejak diangkat oleh Presiden Joko Widodo menjadi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan pada 2016 lalu. Di bawah kepemimpinannya, Agus berhasil mengembangkan instansinya hingga akhirnya tujuannya berhasil terlaksana dalam hal kepesertaan, yang sebelumnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hanya mewajibkan bagi tenaga kerja formal saja, tapi saat ini kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan berlaku seluruh pekerja baik sektor formal maupun informal, itu semua tidak lain berkat usahanya untuk memberikan pemerataan dan peningkatan kualitas hidup.

“Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”, visi itulah yang mendorong Agus untuk terus berinovasi mengembangkan BPJS Ketenagakerjaan agar menjadi institusi Jaminan Sosial kebanggaan bangsa dengan cara melindungi dan menyejahterakan seluruh pekerja dan keluarga, berkontribusi meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja, dan mendukung membangun kemandirian perekonomian nasional.

Kerja kerasnya selama memimpin BPJS Ketenagakerjaan akhirnya membuahkan hasil, terlihat pada Juli 2017 peserta aktif mencapai hingga 23,8 juta, angka ini naik 119 % dari realisasi pada Juli 2016, dia juga sudah menargetkan jumlah kepesertaan pada tahun 2021 adalah 48,5 juta pekerja, selain itu BPJS Ketenagakerjaan memiliki strategi pengelolaan investasi ditujukan untuk mendukung pembangunan nasional, dengan cara menempatkan sebagian dananya untuk mendukung sektor infrastruktur, mengalokasikan dananya untuk mendukung proyek-proyek strategis pemerintah dalam pembangunan jalan, jembatan, pengendalian banjir dan gedung/fasilitas perguruan tinggi.

Jumlah dana investasi BPJS ketenagakerjaan mencapai Rp 290 triliun, di sektor infrastruktur terdapat Rp 61,1 triliun atau 21% dari total dana investasi. Dan yang terakhir dana investasi yang berkaitan dengan pemerintah adalah sebesar Rp 254,3 triliun atau sebesar 88% dari total dana investasi. Yang paling besar ada pada portofolio SBN yaitu Rp 147,6 triliun atau 58% dari total pemerintah.

Ketertarikan kepada hal-hal yang bersifat sosial sejak duduk di bangku sekolah, membuat Agus tergerak hatinya membuat gebrakan dengan meluncurkan Gerakan Nasional Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran), Program penyediaan rumah layak, sehat serta murah bagi pekerja dan yang terakhir adalah memberikan perlindungan bagi pahlawan devisa atau Tenaga Kerja Indonesia, perlindungan yang diberikan dalam bentuk perlindungan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua yang bersifat optional.

BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan beasiswa untuk satu orang anak TKI yang mengalami cacat total dan atau meninggal dunia, beasiswa yang diberikan adalah bantuan biaya pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi, atau maksimal usia 23 tahun. (Bal)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017. 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.