Selasa, 18 Januari 22

Direktur Teknik PT Angkasa Pura I, Polana B. Pramesti

Direktur Teknik PT Angkasa Pura I, Polana B. Pramesti
* Direktur Teknik PT Angkasa Pura I, Polana B. Pramesti

Aktif dan cekatan adalah cerminan sosoknya. Kinerjanya dinilai optimal, hingga membawa bandar udara di bawah Angkasa Pura I meraih capaian prestisius bandara terbaik sedunia.

Terhitung 30 tahun sudah, Polana B Pramesti malang melintang di bidang perhubungan dan kebandarudaraan. Pasca meraih gelar Sarjana Teknik dari Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1986, dia mengawali karier di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Mulai dari menjabat sebagai Kepala Seksi Mutu Konstruksi Sipil, hingga Kepala Sub-Direktorat Prasarana Bandara Kementerian Perhubungan, Polana terus menantang diri di bidang ini. Tahun 2013, dia pun ditugaskan oleh pemerintah untuk menjadi direksi Angkasa Pura I (AP I).

Pembenahan demi pembenahan di 13 bandar udara kawasan Indonesia bagian tengah dan timur dilakukan di bawah komando satu-satunya direksi wanita ini. Hasilnya tak main-main, beberapa bandara yang dikelola AP I meraih penghargaan tingkat dunia dari aspek pelayanan. Tahun lalu, organisasi kebandarudaraan terkemuka di dunia Airports Council International (ACI) menempatkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Juanda Surabaya dalam jajaran sepuluh besar bandara dengan tingkat layanan terbaik di dunia untuk kategori penumpang.

Ajang The Airport Service Quality (ASQ) Awards 2016 yang diumumkan awal tahun ini menyatakan tiga bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports masuk peringkat 10 besar dunia. Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menduduki peringkat pertama, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali di peringkat tiga, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya mendapat peringkat 10.

“Inilah wujud komitmen kami untuk selalu berusaha meningkatkan standar layanan bagi pengguna jasa bandara, khususnya penumpang pesawat, agar terpenuhi 3S+1C yaitu Safety, Security, dan Services secara Compliance,” harap wanita aktif dan enerjik yang memiliki prinsip bekerja dengan hati ini serius.

Sejak pertengahan tahun ini, terkait dengan IMF dan World Bank Annual Meeting 2018 yang akan digelar di Bali, Pemerintah meminta AP I selaku pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk meningkatkan kapasitasnya. AP I pun telah memulai peningkatan beberapa fasilitas utama, yakni selain pengembangan apron, pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai juga akan membangun pararel runway.

Selain Bali, saat ini AP I juga tengah menangani pembangunan sembilan bandara lainnya, antara lain di Semarang, Banjarmasin, Bandara baru di Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Solo, Lombok, dan Manado. (Naskah: Angie Diyya, Foto: Fikar Azmy)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2017.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.