Minggu, 23 Januari 22

Direktur Dyandra Puas Kampanye Program PBB di IIMS 2016

Direktur Dyandra Puas Kampanye Program PBB di IIMS 2016
* masyarakat antusias menghadiri Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 di Jakarta.

Jakarta, Obsessionnews – Pemilik event Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh, mengaku puas melihat respons program baru IIMS Road Safety for Children, membludak di di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang hingga kini masih berlangsung.

Terlebih, karena program tersebut adalah bagian dari dukungan pihaknya pada program PBB yang tengah berkampanye #SaveKidsLives di seluruh dunia untuk menyelamatkan anak-anak dari kecelakaan lalulintas.

Dalam keterangan resmi yang diterima Obsessionnews, Selasa (12/4/206) menjelaskan, kampanye serupa juga digalang bersama FIA (Federasi Otomotif Internasional) dan PP IMI (Ikatan Motor Indonesia) melalui booth khusus IMI di Hall C3.

Meski aroma motorsport menghiasi lokasi, tapi aktivitas IMI juga berkaitan dengan keselamatan lalulintas pada anak sekolah dengan tajuk kampanye A Safe Road to School.

Puluhan anak-anak SD dibimbing menjadi pengguna jalan raya yang baik, termasuk cara menyeberang yang benar dan pemahaman Yellow Box di persimpangan jalan.

“Inilah sebagian makna dari tagline The Essence of Motor Show yang sejak tahun lalu diapungkan IIMS. Tak melulu bicara bisnis otomotif, tapi juga ada didalamnya berbagai aspek lain seperti sosial dan budaya otomotif, komunitas, hobi dan sebagainya pada momen dan tempat yang sama. Itulah IIMS,” katanya di tengah kepadatan jadwal IIMS 2016 masih sempat menjadi dosen tamu di PPM School, Menteng, Jakarta, dan memberi pencerahan di dua kelas sekaligus (Regular dan Profesional).

“Berbagi itu selalu indah, terlebih bila bisa memberi inspirasi. Semoga begitu juga yang dirasakan pengunjung dan peserta IIMS 2016,” pungkasnya.

click anak

Dalam pekan kedua IIMS 2016, aspek sosial memang sangat terasa di tengah gencarnya transaksi bisnis peserta pameran. Nursery Room yang disediakan penyelenggara terasa sangat membantu ibu-ibu muda bersama bayinya, begitu juga kursi-kursi roda dan kereta anak yang disediakan gratis.

Secara khusus dari tanggal 11-15 April diselenggarakan Student Day yang melibatkan total sekitar 500 mahasiswa/i dan pelajar dari sejumlah 10 sekolah dan universitas seperti Universitas Pancasila, Politeknik Negeri Jakarta, SMK Negeri 35, SMK Insan Mandiri, Universitas Indonesia, SMK N 1 Sukaluyu Cianjur, SMPN 49 Jakarta, SDN 03 Pagi Menteng, Universitas Mercu Buana dan MTsN 6 Condet.

Kemudian, Senin (11/4), tercatat 196.957 pengunjung memadati area IIMS 2016. Selain itu, pada 11–12 April diselenggarakan donor darah yang diikuti panitia penyelenggara, karyawan JIExpo Kemayoran, awak media, dan juga terbuka buat pengunjung.

Selain itu, dalam maraknya demam Formula 1 di kalangan masyarakat belakangan ini menyita perhatian para pengunjung IIMS dari hari pertama. Sebab, Indonesia dalam sejarah memiliki pembalap di ajang tertinggi olah raga balapan tersebut dengan pembalapnya Rio Haryanto.

Untuk mendukung keikutsertaan Rio dalam Formula 1 yang bertajuk Rio Haryanto Untuk Merah Putih, di salah satu pojokan dekat pintu masuk IIMS atau tepatnya selasar Gedung Pusat Niaga Jiexpo terdapat sudut penggalangan dana dengan memberikan kesempatan kepada pengunjung membeli souvenir berupa t-shirt yang bertulisakan Rio Haryanto.

Harga t-shirt tersebut masing-masing Rp 125 ribu lengan pendek dan Rp 150 ribu lengan panjang serta stiker keren Rp 5.000. Hingga hari ke-5 total sudah terjual kurang lebih 300 t-shirt. Tentunya dari kaos ini kita secara langsung dapat berdonasi untuk Rio Haryanto yang sedang berjuang di arena Balap Formula 1.

Tidak hanya sebatas penjualan t-shirt saja, relawan Rio Haryanto juga membuka peluang kepada yang ingin menyumbangkan dana bisa melalui website resminya yaitu www.r10bisa.org.

“Ada pula Special Guest Tour dalam bentuk tur saudara-saudara kita yang difabel. Mereka datang dengan motor-motor yang sudah dimodifikasi untuk para penderita difabel. Sangat menarik karena motor-motor yang dimodifikasi sesuai kebutuhan fisik ini umumnya dilakukan sendiri. Bisa jadi inspirasi untuk saudara-saudara kita lainnya yang senasib, bahkan mungkin inspirasi untuk kalangan industri agar bisa diproduksi lebih banyak lagi sehingga lebih banyak juga yang akan terbantu,” ucap Hendra. (Popi Rahim, @popirahim29)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.