Selasa, 27 September 22

Direktorat PD Pontren Kemenag Susun Buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an

Direktorat PD Pontren Kemenag Susun Buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an
* Workshop Penulisan Metode Pembelajaran Al-Qur'an di Bogor, Jawa Barat,cRabu (27/7/2022). (Foto: Humas Kemenag)

Obsessionnews.com – Direktorat Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah menyusun buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an. Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur mengatakan, penyusunan buku ensiklopedia ini dilakukan untuk memberikan rekognisi atas penemuan berbagai metode pembelajaran Al-Qur’an.

Menurut Waryono, metode pembelajaran Al-Quran yang saat ini berkembang di Indonesia bisa jadi ada yang merupakan temuan baru, tidak diperoleh dari kampus-kampus, bahkan mungkin juga karya inovasi dari ulama Al-Qur’an khas Indonesia yang belum dilakukan ulama di dunia. Bahkan kampus sendiri belum banyak yang melakukan penelitian khusus terkait dengan metode pembelajaran Al-Qur’an yang berkembang di Indonesia.

“Kami merasa bahwa adanya metode-metode pembelajaran Al-Qur’an yang nyata digunakan oleh ulama dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di Indonesia itu menjadi sesuatu yang baru di dunia. Sebab biasanya hanya manahijut tafsir (metode-metode tafsir),” ujar Waryono ketika memberikan sambutan secara virtual pada Workshop Penulisan Metode Pembelajaran Al-Qur’an di Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/7/2022).

 

Baca juga: 

Kasus Terompet Bersampul Al Quran Bisa Dipolisikan

Nenek Umur 100 Tahun Masih Lancar Baca Alquran Tanpa Kacamata

 

Dikutip dari keterangan tertulis Humas Kemenag, Kamis (28/7/2022), disebutkan workshop ini berlangsung tiga hari, 27-29 Juli 2022. Giat ini diikuti para pakar, praktisi pendidikan Al-Qur’an, akademisi, serta perwakilan dari Kanwil Kemenag Jawa Barat dan Kab Bogor.

“Oleh karena itu, ketika ensiklopedia ini menjadi buku yang tersebar di perpustakaan, semoga dapat juga menjadi pemantik bagi para akademisi dan penelitian untuk melakukan pengkajian atas metode pembelajaran Al-Qur’an lebih lanjut,” ujar Waryono.

Mantan Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berkomitmen untuk memberikan penghargaan kepada para penemu metode pembelajaran Al-Qur’an. Langkah ini, menurutnya, sebagai bentuk kehadiran negara.

“Ini menjadi bentuk rekognisi negara kepada mereka para penemu metode pembelajaran Al-Qur’an. Kita beri penghargaan,” terangnya

Sementara itu Kepala Subdit Pendidikan Al-Qur’an Mahrus mengatakan, penyusunan buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an juga diharapkan dapat mengembangkan pendidikan Al-Qur’an sesuai konteksnya.

“Agar dapat menyesuaikan kebutuhan para santri, pembelajar Al-Qur’an, sehingga dapat lebih mudah, sesuai sanad, dan lebih mudah untuk dipahaminya,” jelasnya.

Ia berharap buku ini rampung pada September mendatang, sehingga dapat langsung didistribusikan ke kabupaten/kota serta lembaga pendidikan Al-Qur’an sebagai kado hari santri tahun 2022 pada bulan Oktober nanti.

“Paling tidak Oktober insya Allah sudah dapat diperbanyak dan didesiminasikan ke publik ,” ujarnya.

Workshop ini diharapkan menghasilkan draft final buku yang dapat menyempurnakan isi buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an. Beberapa narasumber dihadirkan, yaitu Dr. Islah Gusmian M.Ag. (pakar kajian Al-Qur’an Indonesia asal UIN Surakarta), Dr. Ulin Nuha, Lc, M.A. (pakar studi kritik Ulumul Qur’an, Dekan Fak Ushuluddin IIQ Jakarta), dan kandidat Doktor Nur Kafid, M.Sc. (editor senior jurnal ilmiah). Adapun para peserta berasal dari beragam latar belakang bidang pendidikan Al-Qur’an, mulai dari LPMQ, praktisi, akademisi, hingga lembaga mitra, seperti FKPQ dan BADKO. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.