Minggu, 25 September 22

Direksi BUMN Tambang Belajar Banyak dari Program Citarum Harum

Direksi BUMN Tambang Belajar Banyak dari Program Citarum Harum
* Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo saat mengunjungi Cisanti, Hulu Sungai Citarum bersama direksi perusahaan-perusahaan tambang di bawah PT Mining Industri Indonesia (MIND ID), Sabtu (26/3/2022). (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.comDi mana-mana, yang namanya perusahaan tambang, dalam operasionalnya pasti merusak alam. Ada kalanya harus menebang pohon, menggali lahan, memangkas bukit, dan sebagainya. Maka, sesuai peraturan perundang-undangan, harus dilakukan reklamasi.

Hal itu disampaikan oleh Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo saat mengunjungi Cisanti, Hulu Sungai Citarum bersama direksi perusahaan-perusahaan tambang di bawah PT Mining Industri Indonesia (MIND ID), Sabtu (26/3/2022).

Seperti diketahui, sembilan bulan lalu (Juni 2021), Doni ditunjuk menjadi komisaris utama (Komut) PT MIND ID. Sebuah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia yang beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Senin (28/3), Doni menjelaskan, dalam UU Nomor 3 Tahun 2020, telah diatur mengenai kewajiban pemegang izin konsesi tambang untuk melaksanakan reklamasi dan pascatambang dengan tingkat keberhasilan 100 persen. UU itu juga mengatur pemberian sanksi pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

“Ancaman hukumnya sangat serius, karenanya, pemulihan lahan bekas tambang juga harus dilakukan dengan serius,” tambah Kepala BNPB 2019-2021 itu.

Di Cisanti, Doni mengilas balik riwayat lahirnya program Citarum Harum saat ia menjabat Pangdam III/Siliwangi (2017-2018). Pagi itu, hadir para pelaku sejarah, di antaranya Kasdam III/Siliwangi semasa Doni menjabat panglima, kemudian juga hadir para mantan Komandan Sektor yang disebut perwira menengah khusus (pamensus).

Hadir juga pejabat dan mantan pejabat Dinas Lingkungan Hidup, aktivis lingkungan, jajaran direksi PTPN 8, dan banyak lagi lainnya. Termasuk para wartawan. Ajang silaturahmi di Cisanti pun menjadi sarana menggugah memori lama, lalu muncul hikmah, betapa penataan Citarum tidaklah mudah.

Di kesempatan itu, Doni sangat mengapresiasi para pihak yang telah hadir di Cisanti, terutama sejumlah staf dan direksi BUMN tambang. Alhasil, saat wartawan mencoba melakukan doorstop untuk mendapatkan statement eksklusif.

“Saya kan tadi sudah bicara. Yang paling penting ini nih. Jajaran BUMN tambang yang jauh-jauh ke Cisanti untuk melihat dari dekat kondisi Citarum,” kata Doni sambil memanggil jajaran BUMN yang hadir.

Di kesempatan yang sama Unit Head Of Sustainability MIND ID Binahidra Logiardi mengatakan, datang ke Cisanti dengan semangat belajar dari sukses program Citarum Harum untuk diaplikasikan di area pertambangan di BUMN-BUMN Tambang di bawah MIND ID.

“Kata kunci yang kami dapat adalah kolaborasi pentahelix,” ujar pria berkacamata yang akrab disapa Benni ini.

“Satu lagi yang kami catat adalah ‘satu komando’. Ini program berkelanjutan yang benar-benar nyata keberhasilannya. Pejabat silih berganti, baik di jajaran TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Di sisi lain, masyarakat yang ada di sepanjang bantaran Sungai Citarum, adalah masyarakat yang sama. Tanpa adanya satu komando serta jalinan kolaborasi yang erat, sangat sulit menjaga kelangsungan sebuah program,” tambah Benni.

Ia minta izin kepada Satgas Citarum Harum untuk banyak bertanya dan banyak berkoordinasi ke depan. Ia akan mengadopsi program Citarum Harum untuk aplikasi reklamasi bekas lahan tambang, agar tidak saja manfaat secara ekologis, tapi juga ekonomis dan sosial.

Sementara itu, Direktur Strategic Permit & Compliance for Bahudopi Project PT Vale Indonesia Budi Awansyah mengisahkan tentang Danau Matano yang berada di wilayah tambang PT Vale Indonesia, Sulawesi Selatan.

Danau Matano adalah sebuah danau tektonik dengan ukuran panjang 28 kilometer dan lebar 8 kilometer, tepatnya berada di ujung timur provinsi Sulawesi Selatan, berbatasan dengan Sulawesi Tengah. Danau seluas 164,1 km persegi ini memiliki kedalaman 625 meter. Matano juga menjadi salah satu danau yang termasuk dalam Perpres 60/2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional.

Selama ini, PT Vale mengelola pembangkit listrik tenaga air dari Danau Matano bagi perusahaan tambang nikel. Problem yang terjadi, saat kemarau tingkat penurunan debit air sangat drastis, sebaliknya saat musim hujan peningkatan debit air juga meningkat dengan cepat.

“Sepertinya ada yang masalah karena perubahan fungsi lahan, sekalipun kami tetap mempertahankan green belt area di sekitar danau,” ujar Budi.

Direksi Vale menyadari, penyelamatan danau tidak saja atas nama keselamatan manusia tetapi juga keselamatan lingkungan dan ekosistem. Di Citarum, Budi melihat sebuah transformasi di bawah kendali Doni Monardo dengan melibatkan semua pihak, ditambah hadirnya payung hukum berupa Perpres.

“Kami sungguh belajar banyak dari program Citarum Harum. Ternyata pendekatan seperti ini lebih sustainable. Pelajaran Citarum Harum akan menjadi oleh-oleh learning process dari angle yagn berbeda. Fokus kami pada penyelamatan danau. Sebab ada dua danau di wilayah tambang Vale Indonesia,” papar Budi.

Hal senada disampaikan juga oleh Paritohan Administration Departement PT Inalum Ari Wibiwo. Dia mengatakan, mirip seperti PT Vale, bahwa PT Inalum juga mengembangkan PLTA di hulu sungai Asahan yang bermuara di Porsea Danau Toba.

“PT Inalum sangat concern terhadap Danau Toba, danau yang harus diselamatkan, sesuai Perpres 60/2021. Di sana, ada ribuan hektare lahan kritis,” ujarnya.

Ari menambahkan, 2019 telah dilakukan pemetaan terhadap lahan kritis yang di sekitar Danau Toba. Terdapat 200.000 hektare lahan kritis. Dari jumlah itu, 70.000 hektare di antaranya adalah lahan non kepemilikan pemerintah.

“Inalum bertekad membantu melestarikan danau Toba dengan program penanaman pohon,” kata Ari.

Program itu sudah dilakukan sejak 2015, tetapi baru tahun 2021 lebih sustain. Dia juga mengaku mendapat arahan dari Doni di banyak kesempatan, baik saat berkunjung ke Danau Toba maupun di Cisanti ini.

“Makin banyak insight yang kami dapat, kunjungan ke Cisanti banyak sekali manfaat. Semua kami lihat, kami catat, dan kami akan tularkan ke teman-teman. Bahkan ke depan, mohon izin kami akan mengirim teman-teman Inalum ke sini,” ucapnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.