Minggu, 24 Oktober 21

Dirawat di RS, SDA Batal Diperiksa KPK

Dirawat di RS, SDA Batal Diperiksa KPK

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali (SDA) kembali batal menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait kasus korupsi pengolahan ‎dana haji di Kementerian yang pimpin tahun 2012-2013.

Kuasa hukum Suryadharma, Andreas Nahot Silitonga mengatakan, kliennya batal diperiksa KPK lantaran yang bersangkutan tengah dirawat Rumah Sakit Metropolitan Medical Center, Kuningan, Jakarta Selatan. “Pak SDA tidak dapat memenuhi (panggilan) karena sedang dirawat di rumah sakit,” ujar Andreas di KPK, Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Menurut keteranganya, Suryadharma sudah dirawat di rumah sakit sejak kemarin. Namun, ia mengaku belum tahu apa penyakit yang diderita oleh mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut. Kedatangnya, ke KPK hanya menyampaikan surat tertulis bahwa Suryadharma dipastikan tidak bisa hadir, lantaran surat dari dokter belum keluar.
“Kita sudah berkoordinasi dengan dokter, memang (surat sakit) belum bisa dikeluarkan sampai kemarin,” terangnya.

Meski demikian, melalui pengacaranya Suryadharma berjanji akan memenuhi undangan KPK dalam pemanggilan berikutnya. Ia menegaskan ketidakhadiranya bukan semata-mata karena ingin menghindar. Bahkan katanya, jika KPK tidak percaya bisa konfirmasi langsung ke rumah sakit.

“Jadi tadi sudah kita sampaikan, kalau dokternya siap apabila KPK mau melakukan konfirmasi, silakan saja,” tandasnya.

Pemanggilan ini merupakan kedua kalinya, setelah sebelumnya Suryadharma tidak bisa hadir lantaran ada kekeliruan dalam surat panggilannya. Dalam halaman pertama Suryadharma disebut akan diperiksa sebagai saksi, tapi dalam panggilan kedua Suryadharma disebut dipanggil sebagai tersangka.

‎Suryadharma ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menyalahgunakan wewenang dengan memperkaya diri sendiri orang lain atau korporasi yakni dengan memanfaatkan dana setoran awal haji oleh masyarakat untuk membiayai pejabat Kementerian Agama dan keluarganya naik haji. Keluarga yang ikut diongkosi antara lain para istri pejabat Kementerian Agama.

Selain itu, KPK juga menduga ada penggelembungan harga terkait dengan katering, pemondokan, dan transportasi jemaah haji. Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah memeriksa sejumlah anggota DPR, keluarga Suryadharma, dan politisi PPP yang ikut dalam rombongan haji gratis. Meski demikian, Suryadharma sampai saat ini belum juga ditahan oleh KPK. (Albar)

Related posts