Selasa, 24 Mei 22

Diprediksi Partisipasi Pemilih Pilkada Menurun

Diprediksi Partisipasi Pemilih Pilkada Menurun

Padang, Obsessionnews- Partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang digelar 9 Desember 2015, diprediksi menurun. Penurunan partisipasi pemilih dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain pemilih sudah jenuh

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Heroik Muttaqiem Pratama mengatakan, pemilih jenuh datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suara, karena rentang waktu pemilihan terlalu dekat.

“Kita baru saja melaksanakan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres). Faktor ini memengaruhi masyarakat pemilih karena jenuh akibat pemilihan terlau dekat,” kata Heroik ketika diskusi umum yang diselenggarakan Pusat Studi Politik Lokal dan Otomomi Daerah (POLOKDA) Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) di Kampus Unand (4/12).

Diskusi dengan tema partisipasi politik masyarakat Sumbar dalam pilkada serentak 2015, menurut Heroik M, setidaknya rentang waktu pemilihan dua tahun, pasca pileg dan pilpres dilaksanakan.

“Hasil penelitian yang kita lakukan, pemilihan sekurang-kurangnya dilaksanakan dalam rentang waktu dua tahun,” katanya.

Selain masyarakat pemilih jenuh, faktor lain yang memengaruhi partisipasi pemilih menurun, menyangkut sosialisasi. Meski regulasi yang ditetapkan pemerintah sosialisasi diatur Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik. Namun sebaliknya, akibat aturan itu, masyarakat pemilih terkesan tidak dilibatkan dalam sosialisasi.

Kemudian perlakukan perbedaan pemilih yang datang ke TPS dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Ada sebahagian petugas TPS membolehkan pemilih menunjukkan KTP dan sebahagian tidak membolehkan,” ujar Heroik.

Sejumlah faktor tersebut berpengaruh terhadap partisipasi pemilih dan diprediksi akan turun secara nasional dibanding partisipasi pemilih pada Pileg yang mencapai 68,43 persen dan Pilpres yang mencapai 63,74 persen.

Dalam kesempatan yang sama Koordinator Divisi Sosialisasi KPU Sumbar Nova Indra mengatakan, kegiatan itu sangat membantu sosialisasi KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

Ke depan KPU akan lebih gencar melakukan sosialisasi secara massif, konseptual dan berbasis data dengan bekerjasama dengan perguruan tinggi. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.