Jumat, 3 Februari 23

Dipimpin Trump Pengaruh AS Akan Merosot di Dunia Islam

Dipimpin Trump Pengaruh AS Akan Merosot di Dunia Islam
* Donald J. Trump.

Jakarta, Obsessionnews.com – Secara mengejutkan ternyata mayoritas rakyat Amerika Serikat (AS) memilih Donald  J. Trump sebagai Presiden baru dalam Pilpres yang digelar pada Selasa (8/11/2016). Trump yang diusung Partai Republik secara telak mengalahkan capres Partai Demokrat yang juga mantan First Lady dan eks menlu, Hillary Clinton.  Trump berhasil mengumpulkan 276 suara Electoral College, Sementara Hillary memperoleh 218 suara Electoral College. Kemenangan Trump ini mengakhiri pertandingan merebut posisi orang nomor 1 di AS  yang berlangsung sangat ketat, keras, dan sarat dengan SARA.

Bagi banyak orang, termasuk pengamat politik dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam, yang sedari awal kampanye Pilpres AS memprediksi Hillary akan mengungguli Trump dengan mudah, tentu hasil ini sangat mengejutkan. Apalagi jika mayoritas jajak pendapat sampai hari-hari terakhir sebelum pemilihan tetap menunjukkan keunggulan Hillary kendati dibuntuti ketat oleh Trump, terutama setelah Kepala FBI, James Comey, menyatakan masih akan melakukan penyelidikan terkait email di server Hillary. Walaupun kemudian James mengumumkan bahwa Hillary tidak melakukan kesalahan, tetapi nasi sudah menjadi bubur. Popularitas Hillary anjlok secara drastis, dan sehari sebelum pencoblosan dilakukan, selisih keduanya hanya terpaut kurang lebih 1 poin!

Pengamat politik dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam.
Pengamat politik dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam.

Apapun rakyat AS udah berkata bahwa Gedung Putih mesti digilir kepada Partai Republik. Dan kabarnya, DPR (House of Representatives) AS kini juga didominasi oleh Partai Republik setelah pemilihan Rabu (9/11). Partai Demokrat mungkin masih menguasai mayoritas di Senat AS, dan ini tentu akan merupakan kekuatan oposisi menghadapi pemerintahan Trump di dalam Kongres.

Bagi pihak yang tidak menyukai platform politik Trump, baik di AS maupun secara internasional, kemenangan sosok kontroversial tersebut tentu merupakan sebuah pukulan politik yang sangat serius.

Anti Umat Muslim

Menurut Hikam, Trump dikenal dengan platform ultra konservatif yang sarat dengan pesan-pesanrasis, anti-imigran, misoginistik, anti umat Muslim, dan anti terhadap semua kebijakan luar negeri Presiden Obama, khususnya dalam menghadapi gejolak di Timur Tengah, kebangkitan Rusia, ancaman ekonomi dari Tiongkok, dan menghadapi Iran.

“Bagi pendukung Trump, kemenangan ini disebut sebagai “capaian luar biasa yang nyaris tak terbayangkan dalam sejarah AS”. Bukan saja karena perilaku dan pandangan  Trump yang ultra konservatif  itu, tetapi juga resonansinya yang negatif nyaris di seluruh dunia,” kata Hikam seperti dikutip Obsessionnews.com dari blog The Hikam Forum, Rabu (9/11).

Bagaimana implikasi terhadap posisi AS di bawah kepemimpinan Trump di masa depan?

Hikam memprediksi secara umum negeri Paman Sam tersebut masih tetap akan menjadi negara adidaya baik dalam ekonomi, militer, iptek, maupun geopolitik. Namun, jika Trump konsisten dengan platform kampanyenya, maka AS akan mengalami kemerosotan pengaruh, terutama di dunia Islam dan negara-negara Eropa yang selama ini cenderung menginginkan AS tidak menjadi negara yang tertutup, terisolasi, serta menggunakan pendekatan keras. Dunia Islam bisa jadi akan menyikapi kepemimpinan Trump mirip ketika negeri tersebut dikomandoi oleh George W Bush. Bahkan bisa diperkirakan, reaksi anti-AS yang  sempat mereda di dunia Islam semenjak Presiden Obama berkuasa, akan meningkat lagi.

“Namun saya yakin setiap Presiden, termasuk Trump, akan dihadapkan pada realitas yang sangat kompleks ketika sudah memasuki Ruang Lonjong (Oval Office) di Gedung Putih. Sehingga ia mesti melakukan penyesuaian-penyesuaian yang bisa saja akan berbeda drastis dibanding dengan platform kampanye politik sebelum menjadi Presiden. Dengan demikian akan tidak mudah juga bagi Trump untuk menjalankan kebijakan-kebijakan yang keras, seperti membangun tembok di perbatasan Meksiko ataupun mengembalikan semua migran ilegal, menolak umat Islam untuk berimigrasi ke negara tersebut,” kata mantan Menteri Riset dan Teknologi ini.

Dengan terpilihnya Trump ini, lanjutnya, tradisi politik AS bahwa pemimpin harus bergiliran dan tidak terus-menerus dikuasai partai yang  sama, masih tetap terjaga. Suka atau tidak, Trump adalah dari Partai Republik yang kini menggantikan Presiden Obama dari Partai Demokrat. (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Siapa yang Pilih Trump sebagai Presiden AS ?

Janji Trump Tambah Anggaran Belanja, Dorong Rally Harga Logam

Pengamat: Suara Trump Unggul, Menekan Perdagangan Saham Asia

Trump Menang, Captain America Syok

Donald Trump Pimpin AS, Dubes Perancis Puyeng

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.