Rabu, 8 Februari 23

Dilecehkan WALHI, Adian-Pospera Laporkan ke Mabes Polri

Dilecehkan WALHI, Adian-Pospera Laporkan ke Mabes Polri

Jakarta, Obsessionnews.com – Merasa dilecehkan oleh anggota Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), ketua Dewan Pembina Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Adian Napitupulu SH melaportannya ke Mabes Polri, pada Senin (15/8).

Hal ini terkait dengan kasus ungkapan SARA dan pelecehan terhadap POSPERA dan Adian Napitupulu yang dilakukan oleh I Wayan Suardana alias Gendo anggota Dewan Nasional WALHI sekaligus Koordinator ForBali13 lewat akun twitter pribadinya (@gendovara). Laporan ke kepolisian secara serentak juga dilakukan DPD POSPERA di 5 wilayah ke Polda masing masing.

“Kedatangan ke Mabes Polri dilakukan oleh Pospera bukan untuk mengadukan penghinaan tapi melaporkan ujaran kebencian SARA sesuai pasal 28 UU ITE dan pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008,” jelas Sekjen DPP Pospera, Abd Rahim K Labungasa, Rabu (17/8/2016).

Menurut Rahim, apa yang dilaporkan terkait beberapa kata yaitu: (1) merendahkan fisik dan martabat manusia: “gigi tidak rata”, “muka jelek”, (2) Menjadikan Marga sebagai ejekan: “Napitufulus”, (3) Memanggil dengan kata yang menyamakan manusia dgn hewan “Nyet”, (4) Menghina dan Merendahkan martabat organisasi dengan kata “Pos Pemeras Rakyat”,  dan beberapa kata yang lainnya.

Ia mengungkapkan, ucapan ucapan merendahkan kemanusiaan sudah ditulis berkali kali oleh terlapor di twitter nya sejak bulan Febuari 2016 hingga bulan Juli 2016.

Menurutnya, upaya penyelesaian di luar jalur hukum sudah dilakukan dengan 3 kali bersurat ke Dewan Nasional Walhi sejak bulan Juli 2016 dan meminta Dewan Nasional Walhi untuk mengklarifikasikan ujaran-ujaran tersebut dan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu. Pemilik akun @gendovara adalah satu dari lima anggota Dewan Nasional Walhi.

“Hingga hari ini Adian Napitupulu tidak pernah menjawab apapun ucapan akun @gendovara baik di twiiter maupun di sosmed lainnya. Karena masalah  SARA bukan masalah Adian tetapi masalah semua umat manusia maka Dengan demikian masalah ini di ambil alih oleh Organisasi sebagai pelapor,” kata Sekjen Pospera.

Rahim menegaskan, Pospera mengecam siapa pun yang mengkaitkan pelaporan tersebut dengan Reklamasi Teluk Benoa. “Bagi Pospera, tidak ada alasan apapun yang pantas bagi siapa pun untuk menghina dan merendahkan martabat manusia, menghina Marga atau Suku, merendahkan martabat organisasi,” tandasnya.

“Siapa pun  yang menghina atau merendahkan martabat manusia karena fisik dan marga nya sesungguhnya tidak menghina atau merendahkan martabat orang itu tapi menghina Tuhan yg menciptakan orang dan marga atau suku itu,” tambahnya. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.