Rabu, 21 April 21

Diklaim Bisa Bunuh SARS-CoV-2, LaNyalla Minta Ivermectin Diuji Klinis

Diklaim Bisa Bunuh SARS-CoV-2, LaNyalla Minta Ivermectin Diuji Klinis
* Ketua DPD RI AA LaNyalla Mattalitti. (Foto: dok. pribadi)

Jakarta, obsessionnews.com – Sebuah kabar mengejutkan sekaligus kontroversi mengenai obat yang bisa membunuh virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, turut dipantau Ketua DPD RI AA LaNyalla Mattalitti. Ia meminta obat bernama Ivermectin itu diuji klinis terlebih dahulu untuk membuktikan keampuhannya. LaNyalla mengatakan, munculnya nama obat Ivermectin adalah buntut dari pencarian obat untuk mengatasi penyakit Covid 19.

 

“Banyak pihak yang mengklaim telah menemukan obat Covid-19, namun justru memicu kontroversi. Untuk itu perlu dilakukan uji klinis, termasuk Ivermectin,” tutur LaNyalla dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Sabtu (6/3/2021).

 

Ivermectin sendiri adalah obat anti-parasit yang disetujui Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Obat ini terbukti efektif secara in vitro terhadap beragam virus termasuk virus HIV, Dengue, Influenza, dan Zik.

 

“Dalam penelitian dan studi kolaboratif obat anti-parasit, diketahui jika Ivermectin cukup ampuh untuk mengatasi infeksi parasit pada manusia, seperti cacing gelang. Ivermectin sudah ada di pasaran dan disebut dapat membunuh SARS-CoV-2 dalam waktu 48 jam. Hal terakhir inilah yang harus kita buktikan,” tukas alumnus Universitas Brawijaya Malang ini.

 

Menurut senator asal Jawa Timur (Jatim) ini, di beberapa negara obat ini telah digunakan. Harganya murah tapi efektif. LaNyalla menilai pemerintah perlu mempertimbangkan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan.

 

“Kita juga dapat melakukan uji klinis terhadap obat ini, kita memiliki perangkatnya. Asalkan pemerintah bersedia. Jika teruji secara klinis, tidak ada salahnya Ivermectin digunakan di Tanah Air untuk memutus pandemi Covid-19,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Jatim ini. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.