Kamis, 24 September 20

Dijodohkan dengan Pria Tiongkok, Monika Diimingi Uang 10 Juta Perbulan

Dijodohkan dengan Pria Tiongkok, Monika Diimingi Uang 10 Juta Perbulan
* Ilustrasi perdagangan perempuan. (Foto: Harian Nasional)

Jakarta, Obsessionnews.com – Macam-macam cara para sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam melancarkan aksinya. Segala modus dilakukan oleh pelaku untuk memuluskan rencana tersebut. Seperti baru-baru ini yang dialami oleh warga Indonesia.

Sedikitnya 29 perempuan yang berasal dari Kalimantan Barat dan Jawa Barat menjadi korban perdagangan orang ke China dengan modus perjodohan, menurut organisasi buruh migran. mereka diincar para perekrut yang disebut “mak comblang” dengan iming-iming uang.

Salah satu korban, yakni Monika Normiati, terbuai janji manis teman perempuannya yang baru ia kenal di media sosial. Monika diiming-imingi akan dijodohkan dengan pria kaya raya asal China.

Tim Advokasi DPN Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Salsa Nofelia sebagai perwakilan dari pihak Monika menceritakan kejadian yang dialami Monika selama di Tiongkok.

Salsa mengatakan, kasus ini berawal sekitar September 2018. Saat itu Monika dibawa dua temannya, yakni  Yudi dan Yansen, ditawari untuk menikah dengan orang Tiongkok. Pada hari itu juga Monika dibawa ke rumah Lip Cu (perekrut) naik gojek, dan di sana langsung ada dua orang laki-laki Tiongkok dan LIP Cu meminta Monika untuk memilih calon pengantinya.

“Saat itu Monika tidak mau memilih, Lip Cu meminta nomor telepon Monika dan setelah itu Monika pulang naik Gojek menuju rumah bibinya,” ujar Salsa.

Sekitar dua hari dari kejadian itu, Lip Cu menelpon Monika dan memberitahu bahwa ada laki-laki Tiongkok lagi dan meminta untuk bertemu tapi di Singkawang. Karena ibu Monika berada di kampung Sopak, Monika menyampaikan ke Lip Cu kalau ibunya tak bisa ikut, lalu Monika membawa orang lain sebagai wali, dan Lip Cu menyetujui dan janjian ke Singkawang dengan menaiki taksi, Monika membawa Alberta (kawan dari saudara) sebagai saksi.

Perjalanan menuju ke Singkawang dengan menaiki Taksi. Di dalam taksi tersebut ada Monika, Alberta, dan Lip Cu. Setelah tiba di Singkawang di rumahnya mak comblang (saudari Monika lupa namanya) dan disitu ada ipar bos besar dari Tiongkok, dan agen dari Jakarta, dan mempelai pria.

Lalu mak comblang Jakarta berkata, kalau Monika setuju akan nikah dengan pria Tiongkok hari ini juga akan dilaksanakan pernikahan dan diberi iming-iming gaji suami perbulan 10 juta, hidup enak, bisa pulang ke Indonesia, dan bisa kirim uang ke keluarga indonesia. Karena iming-iming itu Monika menyetujui.

Hari itu juga pergi ke salon dan Monika didandani untuk melangsungkan pertunangan dengan menukar cincin, foto-foto dan disaksikan Lip Cu, mak comblang Singkawang, mak combalng Jakarta, bos besar Tiongkok, mempelai pria, dan Alaberta.

Setelah foto-foto si suami memberikan mahar sebesar Rp19.000.000 dan saat itu juga Monika memberikan ke Lip Cu sebesar 800.000, untuk anaknya Rp200.000, dan mereka mengajak ke sebuah restoran untuk makan-makan. Lalu si mak comblang Jakarta mengajak ke Pontianak dengan menggunakan taksi di situ ada suami Tiongkok, mak comblang Jakarta ke tanjung raya 2 untuk tanda tangan surat nikah, disebuah rumah ada dua orang yang mewawancarai Monika apakah ia siap untuk diberangkatkan ke Tiongkok, setelah itu Mak Comblang Jakarta mengantar saudari Monika ke rumah wali yaitu Alberta untuk istirahat tetapi calon suami pergi ke Singkawak.

Setelah beberapa minggu Lip Cu menlepon Monika untuk memberitahu keberangkatan dia ke Tiongkok. sekitar 17 september 2018 Lip Cu menyuruh Monika untuk mempersiapakan yang perlu dibawa ke Tiongkok karena besoknya akan diberangkatkan.

Pada 18 september 2018 Lip Cu menjemput menggunakan taksi di rumah Alberta dan mengatakan bahwa Lip Cu akan ikut Monika selama 1 bulan berada di China. Setelah mereka berdua berangkat menuju banadara Pontianak untuk penerbangan transit di Jakarta, dia dijemput oleh mak comblang Jakarta menggunakan sebuah mobil dan mereka menuju sebuah Mall untuk istirahat dan membeli makan.

Pada malam hari Monika diberangkatkan ke China ditemani adik Bos, dan satu laki-laki Tiongkok yang mencari istri, setibanya di China diajak ke apartamen take (boss besar di China) selama 1 hari dan setelah itu orang tua calon suami menjemput menggunakan taksi untuk membawa saudari Monika ke rumah, setelah sampai saudari Monika istirahat, diajak ngobrol. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.