Selasa, 27 Oktober 20

Digitalisasi UMKM Dibutuhkan Demi Peningkatan Daya Saing

Digitalisasi UMKM Dibutuhkan Demi Peningkatan Daya Saing
* Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya (foto : Humas)

Jakarta, Obsessionnews.com – Digitalisasi sektor usaha kecil mikro (UKM) saat ini sangat dibutuhkan untuk mendorong saya saingnya. Pasalnya dengan melakukan digitalisasi market mereka akan lebih luas sehingga potensi untuk memperoleh order dari berbagai wilayah juga sangat besar. Namun kenyataannya untuk mendigitalisasi UKM bukan merupakan pekerjaan yang mudah.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya menyatakan setidaknya ada beberapa kunci dalam proses digitalisasi UKM agar bisa berkembang dan naik kelas. KM harus perhatikan proses produksi, distribusi, pembiayaan (cashless), pemasaran, manajemen dan lainnya. Eddy juga menyebut pentingnya konsolidasi UMKM dengan menyiapkan sentra-sentra produksi untuk menarik market yang lebih besar.

“Perlu disiapkan program multiyear yang mengacu kepada ide besar dan konsep digitalisasi yang matang dan komprehensif,” tandas Eddy dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa hari lalu.

Dijelaskannya bahwa saat ini baru 13 persen dari total 63 juta pelaku UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital. Minimnya jumlah UKM yang masuk dalam ekosistem digital ini maka program digitalisasi UMKM harus menjadi agenda kolektif.

“Dalam hal ini kita tidak dapat bekerja sendiri dalam mengakomodir kebutuhan transformasi digital bagi UMKM, perlu sinergi, kolaborasi sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk mencapai target dua juta UMKM Go Online di tahun 2020,” sambungnya Eddy.

Menurut Eddy, dengan mengkonsolidasikan digitalisasi UMKM yang menyebar di berbagai K/L dengan leading sektor KemenkopUKM, sehingga semua K/L memiliki 1 desain pengembangan UMKM. Program sinergi tersebut antara lain Gerakan Belanja di Warung Tetangga. Itu merupakan kolaborasi KemenkopUKM dengan sembilan BUMN Klaster Pangan, Bulog, dan PTPN yang menghubungkan warung tradisional untuk masuk ke dalam platform daring serta menyediakan stok bahan baku yang mudah dengan harga yang kompetitif.

Di samping itu, ada Laman Khusus UMKM pada e-katalog LKPP, yang melibatkan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Jumlah pelaku UMKM dalam pengadaan pemerintah secara elektronik mencapai 1.237 penyedia dengan potensi total nilai paket pengadaan pemerintah bagi pelaku usaha kecil sebesar Rp310 triliun.

Eddy menambahkan, pihak fokus pada strategi digitalisasi percepatan kebangkitan UMKM dengan menggulirkan program peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, program Kelas Daring melalui edukukm.id, Sparc Campus, hingga Pahlawan Digital UMKM.

Di samping itu, mengangkat produk UMKM melalui komunitas dan aplikasi lokal seperti halnya Pasar Gotong Royong Indonesia Creative Store. Termasuk digitalisasi UMKM agar Onboarding melalui program Kakak Asuh dan UMKM Katalog Digital (IMOOJI).

“Dukungan promosi dan pemasaran, Billboard untuk local brand activist dan #banggabuatanindonesia, hingga promosi oroduk oleh PLUT KUMKM, review produk oleh influencer, artis juga musisi,” papar Eddy. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.