Sabtu, 4 Desember 21

Didukung PDI-P, Ahok Siap Diduetkan dengan Djarot Lagi

Didukung PDI-P, Ahok Siap Diduetkan dengan Djarot Lagi
* Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan) dan Djarot Hidayat Saefullah. (Foto: MI)

Jakarta, Obsessionnews – Pilkada serentak akan digelar pada Februari 2017. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan maju lagi di Pilkada DKI 2017. Ahok, sapaan akrabnya, akan maju sebagai calon gubernur (cagub) melalui jalur independen atau perseorangan dengan dukungan sejuta KTP. (Baca: Jakarta Butuh Sosok Pemberani Seperti Ahok)

Pengumpulan KTP dilakukan oleh para relawan Teman Ahok sejak Juni 2015. Total jumlah KTP yang terkumpul sejak Juni 2015 hingga Minggu (21/2/2016) telah mencapai 724.681 KTP. Teman Ahok menargetkan sejuta KTP terkumpul pada Mei 2016. Apabila hal itu terwujud, maka di bulan itu juga Ahok akan mendeklarasikan diri sebagai cagub. (Baca: Mei Ahok Mantap Deklarasikan Cagub DKI)

Ahok juga mendapat dukungan dari Partai Nasdem. Partai pimpinan Surya Paloh ini secara resmi mendelarasikan dukungannya kepada Ahok pada Jumat (12/2) lalu. Dukungan Nasdem tanpa syarat. Artinya, Nasdem mempersilakan maju sebagai cagub lewat jalur independen, dan Nasdem membantu mempercepat pengumpulan sejuta KTP. (Baca: Prof Sumanto Al Qurtuby: Jakarta Butuh Sosok Seperti Singa)

Lalu siapa yang akan mendampingi Ahok? Djarot Hidayat Saefullah, kader PDI-P yang saat ini menjabat Wakil Gubernur (Wagub) DKI, santer disebut-sebut paling berpeluang besar untuk berduet lagi dengan Ahok. Selama ini hubungan Ahok dan Djarot harmonis. Ahok sendiri berterus terang ingin berduet lagi dengan Djarot. (Baca: Duet Ahok-Djarot Masih Andalan PDIP di Pilkada DKI)

“Saya sudah merasa cocok dengan ritme kerja yang dilakukan oleh Pak Djarot. Kalau PDI-P izinkan dengan Pak Djarot, ya kita maju dengan Pak Djarot,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2016).

Sementara itu Amalia Ayuningtyas, juru bicara Teman Ahok, mengatakan, Teman Ahok menyerahkan sepenuhnya soal calon wagub ke Ahok. “Kami hanya menyampaikan kriterianya saja ke Pak Ahok. Pasangannya harus memiliki rekam jejak yang baik, dan berkomitmen anti korupsi, serta memiliki kompetensi membantu Pak Ahok menyukseskan Jakarta Baru,” tutur Lia, panggilan akrabnya, ketika dihubungi Obsessionnews.com, Senin (22/2).

Di tempat terpisah Singgih Widiyastono, salah seorang pendiri Teman Ahok, mengungkapkan, pihaknya menerima saja keinginan Ahok untuk menggandeng Djarot. “Kami dari awal menyerahkan calon wagub ke Pak Ahok,” ujarnya.

Ahok mempunyai hubungan baik dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan kader-kader PDI-P. Ahok mengungkapkan PDI-P enggan mendukungnya jika dia masih bersama Teman Ahok. PDI-P tidak mau mendukung Teman Ahok, karena PDI-P mampu mengusung calon sendiri. Sementara Teman Ahok tidak mau Ahok masuk ke dalam partai politik. (Baca: Duet Ahok-Samad Bikin Ngeri Koruptor)

PDI-P berencana mengumumkan calon kandidat gubernur dan wagub pada April 2016, atau sebulan sebelum Ahok mendeklarasikan sebagai cagub independen. (Baca: Dukungan Untuk Ahmad (Ahok-Samad) Terus Mengalir dari Netizen)

“Kalau seperti itu kita enggak tahu PDI-P putusannya apa. Itu saja masalahnya,” kata Ahok.

Besar kemungkinan PDI-P akan mendeklarasikan duet Ahok-Djarot pada April 2016.

Jadi, apakah Ahok akan tetap maju bersama Teman Ahok, ataukah maju bersama partai politik? (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.