Jumat, 3 Februari 23

Didukung Golkar, Ahok Konsisten Maju Lewat Jalur Independen

Didukung Golkar, Ahok Konsisten Maju Lewat Jalur Independen
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (tengah) bersama Ketum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) dan Ketum Partai Golkar Setya Novanto (kanan). (Foto: MI)

Jakarta, Obsessionnews – Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, mendapat dukungan dari Partai Golkar untuk maju di Pilkada DKI 2017. Dukungan itu disampaikan Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyai  di Jakarta, Kamis (9/6/2016). “Kami sudah satu suara, sikap  Golkar akan mendukung  Ahok untuk maju lagi di Pilgub DKI Jakarta,” katanya.

Golkar merupakan partai politik (parpol) ketiga yang mendukung Ahok. Sebelumnya yang mendukung Ahok adalah Partai Nasdem dan Partai Hanura. Total kursi yang dimiliki ketiga parpol itu di DPRD DKI adalah 24 kursi, dengan rincian  Golkar 9 kursi, Nasdem (5), dan Hanura (10).

Calon gubernur DKI yang ingin maju lewat jalur parpol minimal minimal didukung 22 kursi. Dengan demikian Ahok sebenarnya sudah bisa maju melalui jalur parpol.

Tetapi, Ahok mengatakan konsisten tetap maju lewat jalur independen atau non parpol. Mantan Bupati Belitung Timur ini tidak mau mengecewakan relawan Teman Ahok yang tengah bekerja keras mengumpulkan data KTP. Ahok telah bertekad bulat tidak akan meninggalkan Teman Ahok, apalagi setelah mendapat pesan dari Guntur Soekarnoputra, kakak sulung Ketua Umum PDI-P Megawati, yang memintanya memperhatikan Teman Ahok.

Guntur, seperti dituturkan Ahok,  menyampaikan pesan tersebut saat bertemu Ahok dalam acara haul almarhum Taufiq Kiemas di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/6).

Guntur, kata Ahok, menilai Teman Ahok itu pemuda-pemuda yang militan dan revolusioner. “Kamu harus perhatikan betul Teman Ahok itu. Itu nasehat beliau (Guntur),” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/6).

Ahok menuturkan, Teman Ahok mengingatkan Guntur saat masih aktif di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Soekarno pernah meminta Guntur  mengumpulkan 1.000 pemuda militan.

“Kamu kumpulkan semua yang muda-muda itu. Kalau mengumpulkan 1.000 orang tua waktu hanya habis buat mimpi. Tetapi, kalau kamu kumpulkan sepuluh pemuda saja yang revolusioner, kamu akan mengguncang dunia,” ujar Ahok meniru ucapan Guntur.

Ahok tidak menjadi kader parpol apapun setelah mengundurkan diri dari Partai Gerindra tahun 2014. Ia memutuskan maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Ia memilih Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budi Hartono, sebagai wakilnya di Pilkada DKI 2017. Duet Ahok-Heru yang diusung Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3) lalu.

Sejak Jumat (11/3) Teman Ahok melakukan gerakan penggalangan sejuta KTP.  Sebentar lagi dukungan KTP untuk Ahok-Heru akan mendekati target sejuta. Data yang dirilis Teman Ahok menyebutkan hingga Rabu (8/6) telah terkumpul 955.978 KTP. Tinggal dicari 44.022 KTP lagi untuk mencapai target sejuta.

Perolehan KTP tersebut  melampaui persyaratan minimum dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan calon independen di Pilkada DKI 2017 didukung minimum 532.000 KTP. Meskipun demikian Teman Ahok tetap bekerja mengumpulkan sejuta KTP sesuai target awal. Alasannya apabila ada KTP yang diverifikasi KPUD DKI dan dianggap tak memenuhi syarat, masih ada stok. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

UU Pilkada Rampok Hak Politik Pemilih Pemula

Guntur Soekarno Nilai Teman Ahok Militan

Pendiri Teman Ahok Bantah Anak Politisi PDI-P

Amalia Difitnah Bukan Pemeluk Islam

Waspadai KPUD yang Berpotensi Gagalkan Calon Independen

UU Pilkada Ganjal Ahok-Heru

Bukan Teroris, Mengapa Singapura Tangkap Duo Pendiri Teman Ahok?

Teman Ahok Larang Habiburokhman Terjun dari Monas

Golkar Ingin Kadernya Dampingi Ahok

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.