Selasa, 21 September 21

Diduga Permainan Harga, DPRD Jateng Minta Gubernur Panggil Kepala Daerah

Diduga Permainan Harga, DPRD Jateng Minta Gubernur Panggil Kepala Daerah
* Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Semarang, Obsessionnews – Melambungnya harga elpiji di sejumlah daerah di Jawa Tengah membuat DPRD Jateng berencana meminta pihak eksekutif yakni Gubernur Ganjar Pranowo, untuk memanggil 35 Kepala Daerah yang wilayahnya diduga bermasalah dengan harga gas 3 kilogram.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo mengatakan, dari ke 35 Kabupaten/Kota hanya 5 daerah saja yang mematuhi Keputusan Gubernur No. 541/15/2015 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Elpiji, yakni sebesar Rp 14.250 bagi agen dan Rp 15.500 di pangkalan. Sedangkan agen dan pangkalan di 30 daerah sisanya sewenang-wenang menaikan harga mencapai Rp 20.000 – Rp 25.000 untuk elpiji melon.

“Ketika persoalan muncul seharusnya Gubernur meminta kepala daerah untuk melakukan operasi. Sehingga harganya bisa terkendali. Bukanya malah dibiarkan dan hanya sibuk sendiri,” tegasnya, Jum’at (19/6/2015)

Saat ini di Jawa Tengah terdapat 345 agen dan 27.304 pangkalan. Meski begitu akses yang sulit membuat beberapa daerah kesulitan mendapatkan suplai. Menurutnya ada 3 tiga persoalan yang sering menggantung terkait elpiji melon. Pertama skema distribusi gas, pengawasan gas dari pangkalan ke pengecer dan sanksinya yang kurang tegas terhadap harga jual tinggi. Padahal gas 3 kg di agen Rp 14.250 ribu meliputi harga eks di depot Pertamina Rp 11.500, keuntungan agen Rp 1.200, biaya operasional Rp 1.550 dan harga jual sebesar Rp 14.250.

Maka dari itu, Hismawa Migas berencana turun ke lapangan guna pengecekan distribusi gas elpiji 3 kg. Disamping itu pihaknya akan meminta daftar pengecer gas elpiji yang telah terintegrasi dengan pertami. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan bila terjadi penyimpangan nilai jual gas.

“Kalau ada pengecer yang menjual di atas HET, langsung cabut saja izinya,” pungkasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.