Senin, 16 Desember 19

Didesak Keluar dari G20, Jokowi: Masuk Aja Belum

Didesak Keluar dari G20, Jokowi: Masuk Aja Belum

Brisbane – Presiden Jokowi belum memutuskan apakah Indonesia perlu keluar dari keanggotaan G20. Sebab kata presiden kiikutsertaannya dalam forum internasional itu baru pertama kali.

“Saya gak tahu karena saya belum ikut. Kalau sudah ikut baru saya ngerti,” ujar Jokowi usai menghadiri acara ramah tamah bersama warga negara Indonesia di Queensland University of Technology, Brisbane, Jumat (14/11/2014) malam.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyarankan supaya Indonesia keluar dari G20, karena dianggap tidak memberikan keuntungan. Susi mempersoalkan bea masuk ekspor ikan Indonesia ke Uni Eropa yang terlalu besar.

Jokowi menjelaskan apa yang dipersoalkan Susi itu berkaitan dengan World Trade Organization. Menurutnya G20 merupakan forum yang tidak mengikat anggotanya.

“Itu hal hal yg bekaitan dengan tarif bea masuk itu biasanya mengikat adalah WTO. Bukan G20. G20 bukan forum yang mengikat,” ucap Jokowi.

Dalam forum  KTT G20 yang dijadwalkan akan dibuka Sabtu besok Jokowi akan berbicara mengenai reformasi ekonomi dan masalah infrastruktur. “Misalnya masalah-masalah yang berkaitan dengan perijinan, pembebasan lahan, dan reformasi anggaran,” tutup Kepala Negara.

Government 20 atau biasa disebut dengan kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok yang terdiri dari 19 Negara dengan perekonomian besar didunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan kelompok Dua Puluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.

Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekutan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia. Pertemuan pertama G-20 berlangsung di Berlin, 15-16 Desember 1999 dengan tuan rumah menteri keuangan Jerman dan Kanada. (Has)

 

Related posts