Rabu, 12 Agustus 20

Dicaplok China, Tiga Juta Warga Hong Kong Bakal ‘Mengungsi’ Ke Inggris

Dicaplok China, Tiga Juta Warga Hong Kong Bakal ‘Mengungsi’ Ke Inggris
* Paspor Inggris.

Akibat Hong Kong sebagai wilayah otonom telah dicaplok China pada akhir Mei 2020, diperkirakan sekitar tuga juta warga Kong Kong bakal memilih keluar dari negara tersebut untuk menetap di Inggris guna menjadi warga negara di Eropa tersebut.

Pasalnya, Inggris telah menawarkan kewarganegaraan bagi warga Hong Kong setelah China memberlakukan Undang Undang (UU) alias Keamanan Nasional ‘mencaplok’ kedaulatan Hong Kong sebagai wilayah otonom. Sebelumnya, aksi demo rakyat Hong Kong anti China menolak terhadap intervensi negara komunis terbesar tersebut.

Pemerintah Inggris menawarkan peluang kepada tiga juta warga Hong Kong untuk menetap di Inggris dan menempuh jalur dalam memperoleh kewarganegaraan Inggris, sebut Perdana Menteri Boris Johnson.

Sang perdana menteri mengatakan kebebasan di Hong Kong telah dilanggar oleh UU Keamanan Nasional baru yang dipaksakan rezim China komunis. Warga Hong Kong yang terdampak akan ditawarkan “rute” keluar dari bekas koloni Inggris tersebut.

Sekitar 350.000 pemegang paspor Inggris, dan 2,6 juta lainnya yang sudah memenuhi syarat, akan bisa menetap di Inggris selama lima tahun. Setahun berikutnya mereka bisa mengajukan permohonan kewarganegaraan.

Pemegang Paspor Luar Negeri Nasional Inggris (BNO) di Hong Kong diberikan status khusus pada era 1980-an. Sebelum China memberlakukan UU Keamanan Nasional di Hong Kong pada Rabu (01/07), mereka punya hak terbatas dan bisa datang ke Inggris dengan bebas visa hanya selama enam bulan.

Akan tetapi, melalui rencana terbaru pemerintah Inggris, semua pemegang paspor BNO dan keluarganya akan diberi hak menetap di Inggris, termasuk untuk bekerja dan menempuh studi, selama lima tahun.

Selanjutnya mereka bisa mengajukan permohonan untuk menjadi penduduk tetap dan setahun berikutnya menempuh jalur untuk menjadi warga negara Inggris.

Rute Baru
PM Boris Johnson mengatakan pemberlakuan UU Keamanan Nasional di Hong Kong “jelas pelanggaran serius” terhadap Kesepakatan Inggris-China pada 1985, yang menjamin sejumlah kebebasan tetap dilindungi selama 50 tahun sesudah China mendapatkan kembali Hong Kong pada 1997.

“[Undang-Undang] itu melanggar otonomi tingkat tinggi Hong Kong serta mengancam kebebasan dan hak yang dilindungi deklarasi bersama,” ujarnya.

“Kami sudah memperjelas bahwa jika China terus menempuh jalur ini, kami akan menerapkan rute baru bagi mereka yang berstatus BNO untuk masuk ke Inggris, memberikan mereka masa terbatas untuk menetap serta mampu bekerja dan belajar di Inggris dan selanjutnya mengajukan kewarganegaraan. Dan itulah yang akan kami lakukan sekarang.”

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, mengatakan tidak ada batasan jumlah atau kuota dan proses pengajuan bakal sederhana. “Ini adalah pengaturan khusus yang dibuat untuk situasi unik yang kami hadapi terkait dengan komitmen bersejarah kami terhadap warga Hong Kong,” ujarnya.

Kantor PM Inggris di Downing Street, London, mengatakan rincian pengaturan ini akan dirilis “pada waktunya”. Sementara itu, pemegang Paspor BNO di Hong Kong bisa langsung pergi ke Inggris dan menghadapi pemeriksaan imigrasi standar, kata juru bicara PM Inggris.

Inggris Tak Akan Pergi
Boris Johnson menegaskan, perubahan kebijakan imigrasi “akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sistem visa kami dalam sejarah Inggris”.

“Jika terbukti perlu, pemerintah Inggris akan mengambil langkah ini dan menerapkan dengan sukarela. Banyak orang di Hong Kong takut akan cara hidup mereka yang sedang dalam ancaman.”

“Jika China berhasil membenarkan ketakutan mereka, maka Inggris tidak dapat tinggal diam dan pergi; sebaliknya kita akan mengemban kewajiban kami dan memberikan alternatif.”

Gubernur Inggris terakhir Hong Kong, Lord Patten, mengatakan tawaran dukungan dari pemerintah Inggris “secara moral dan politik benar”.

Dia menuduh Partai Komunis China yang berkuasa menggunakan taktik “perundungan”, seraya menambahkan: “Cepat atau lambat Anda harus melawan para perundung, kalau tida Anda akan kena batunya.”

Ditanya apakah Inggris memasuki Perang Dingin baru dengan China, Lord Patten mengatakan kepada BBC: “Saya pikir kita sedang memasuki periode realisme dengan China.

“Ini bukan kita melawan China, itu adalah cara di mana rezim Komunis China tidak tahan terhadap kita, dan mereka telah menindak Hong Kong karena itu mewakili semua hal yang tidak disukai [Presiden] Xi Jinping.”

Hong Kong adalah bekas jajahan Inggris, namun teritori itu dikembalikan ke China pada tahun 1997. Sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani pada saat itu, warga di teritori itu menikmati beberapa kebebasan yang tidak terlihat di daratan China – dan ini ditetapkan dalam konstitusi mini yang disebut Undang-Undang Dasar.

Paspor BNO diberikan kepada semua warga negara Hong Kong yang lahir sebelum pengembalian teritori itu kepada China pada tahun 1997. Mereka mendapat perlindungan dari Kementerian Luar Negeri Inggris, namun hingga saat ini mereka tidak diberi hak untuk menetap atau bekerja di Inggris. (BBC News)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.