Minggu, 15 Desember 19

Dicabuli Sampai Hamil, Ayah Minta Orang Lain Suruh Tanggung Jawab

Dicabuli Sampai Hamil, Ayah Minta Orang Lain Suruh Tanggung Jawab
* Ilustrasi pencabulan. (Kanal Kalimantan)

Banjarbaru, Obsessionnews.com – Perempuan berinisial UH (19) di Kabupaten Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi korban kebiadaban ayah kandungnya sendiri berinisial S. Tak disangka S berulang kali mencabuli UH sampai hamil 2 bulan. Bejadnya S malah minta UH cari pacar agar mau bertangung jawab.

“Saat tahu korban hamil, dia malah nyuruh cari pacar agar ada yang bertanggung jawab atas janin yang dikandungnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah saat dihubungi, Selasa (8/10/2019).

Namun, saat kandungan sudah berumur 2 bulan, korban UH (19) tak kunjung mendapatkan pacar. Karena kandungan yang terus bertambah usia, S panik dan kemudian meminta UH untuk melayani tersangka lain, yakni M (57), yang tak lain adalah teman S sendiri.

Maksud S agar rekannya tersebut kelak bisa menjadi ayah dari janin yang dikandung UH, padahal janin yang dikandung UH merupakan benih dari S sendiri. M kemudian ikut mencabuli UH sebanyak dua kali.

“Karena belum mendapatkan pacar, S kemudian meminta UH melayani M yang tak lain adalah temannya sendiri agar S bisa meminta pertanggungjawaban M karena menghamili UH anaknya,” tutur Aryansyah.

Namun, belum sempat meminta pertanggungjawaban terhadap M, janin yang dikandung UH keguguran sehingga niat S mencari ayah dari janin yang dikandung UH gagal.

Mengetahui hal tersebut, S justru ingin melanjutkan mencabuli UH, tetapi terus ditolak hingga akhirnya UH tak tahan dan lari meninggalkan rumah.

“Tahu anaknya keguguran, S malah mau lagi mencabuli anaknya, tapi kali ini ditolak dan akhirnya si anak kabur dari rumah,” kata Aryansyah.

Sebelumnya diberitakan, seorang ayah di Banjarbaru, Kalsel, tega mencabuli anak kandungnya hingga korban hamil 2 bulan. Perbuatan keji ini dilakukan sang ayah sejak 2017. Saat itu korban masih di bawah umur. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.