Minggu, 22 Mei 22

Dibubarkan, Komisi III: HTI Punya Hak Melawan

Dibubarkan, Komisi III: HTI Punya Hak Melawan
* Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, Kemenkum HAM punya hak untuk membubarkan ormas seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun HTI juga punya hak untuk melakukan perlawanan secara hukum di pengadilan.

“Ini sah-sah saja, tapi apakah langkah itu tepat. HTI punya cara melakukan perlawanan melalui pengadilan. Nanti bertemu di pengadilan untuk saluran melakukan perlawanan,” ujar Bamsoet di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/7/2017).

Bamsoet yakin Kemenkum HAM sudah punya pertimbangan mengapa HTI harus dibubarkan. Sejauh ini pemerintah memandang bahwa HTI punya potensi besar untuk merubah NKRI, karena ormas ini disebut menolak Pancasila.

“Apa yang dilakukan oleh Kumham dibenarkan, jadi kewenangan untuk melakukan tindakan pada ormas yang tanda petik mengancam atau berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan NKRI,” tuturnya.

Apalagi kini pemerintah sudah menerbitkan Perppu Nomor 2/2017 tentang Ormas. Bamsoet menilai, jika ormas sudah mengancam keamanan negara, tidak perlu diberi surat peringatan sebelum dibubarkan. Seperti halnya HTI.

“Kan kalau dianggap gangguan mengancam nggak perlu peringatan, jadi Kumham melakukan tindakan yang keras menurut negara, dalam hal ini menurut pemerintah,” ujar dia.

Meskipun saat ini Perppu Nomor 2/2017 belum dibahas DPR, pemerintah dapat menggunakannya sebelum Perppu tersebut ditolak DPR. “Perppu begitu dikeluarkan langsung berlaku, nanti berhenti kalau di masa sidang mendatang ditolak. Tapi, selama belum ditolak ya berlaku. Itu gugur kalau DPR menganggap atau bersikap menolak,” tutur politikus asal Golkar ini.

Sebelumnya diberitakan, Kemenkum HAM resmi mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pemerintah mengklaim membubarkan HTI demi keutuhan NKRI. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.