Sabtu, 14 Desember 19

Dibantah, Menko Polhukam Bilang Calon Jaksa Agung Sudah Disetor ke KPK

Dibantah, Menko Polhukam Bilang Calon Jaksa Agung Sudah Disetor ke KPK

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai penilaian sendiri terhadap calon Jaksa Agung yang akan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, pihaknya belum tentu akan memberikan label merah maupun kuning kepada para kandidat seperti halnya pada saat penunjukan calon kabinet Jokowi.

“Kami akan mempertimbangkannya nanti, apakah pakai label traffic light atau tidak,” ujarnya di Jakarta, Senin (10/11/2014).

Biasanya dalam menelusuri rekam jejak, KPK menggunakan tanda warna merah ataupun kuning untuk memastikan bahwa calon pejabat yang akan ditunjuk oleh Jokowi memiliki catatan yang bersih khususnya dari kasus Tindak Pidana Korupsi. Namun, sampai saat ini Busyro mengaku belum ada penyerahan n‎ama kandidat Jaksa Agung.

“Belum mengkonfirmasikan kepada teman-teman pimpinan mengenai siapa nama calon Jaksa Agung yang akan ditelisik,” terangnya.

Pengakuan Busyro bertentangan dengan pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno yang sebelumnya mengatakan bahwa Jokowi sudah menyerahkan nama-nama calon kandidat Jaksa Agung ke KPK, untuk dilakukan penelusuran rekam jejak.

Nama yang sudah disetorkan ada lima orang yakni Mas Achmad Santosa (mantan Deputi Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan), Muhammad Yusuf (Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), Hamid Awaluddin (mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia), Widyo Pramono (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus), serta Andhi Nirwanto (Wakil Jaksa Agung).

Meski demikian Busyro menegaskan, sampai saat ini semua Pimpinan KPK belum ada yang menerima laporan mengenai calon Jaksa Agung. Selain itu, Busryo juga mengatakan belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai Jaksa Agung, “Terus terang saya belum tahu,” jelasnya. (Abn)

 

Related posts