Jumat, 22 Oktober 21

Dibalik Kisah Marcella Zalianty Berperan Wayang

Dibalik Kisah Marcella Zalianty Berperan Wayang

Jakarta, Obsessionnews – Artis cantik Marcella Zalianty mengaku tidak mengikuti glady resik, dan membuat dada berdebar-debar sebelum pementasan wayang orang berlakon”Lahirnya Parikesit” di gedung Teather Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis malam (26/3/2015).

“Karena aku bukan penari, sementara ini ada gerakan tarinya. Deg-degan sih,” kata Marcella Zalianty sebelum acara dimulai.

Sebelumnya, ketika Produser “Lahirnya Parikesit” Tuti Roosdiono  mengajaknya memerankan tokoh Dewi Utari dalam perwayangan ini, ada persyaratan yang diajukan Marcella.

“Iya tante Tuti, ada satu syarat asal aku ikut latihan, aku bukan penari, apa lagi karena disini ada satu bait harus nembang. Dalam hidup, satu hal aku adalah takut nyanyi,” ujarnya tertawa.

Alasan lain, meski jadwal Marcella sangat padat, karena juga harus menyelesaikan pendidikan S2nya yang kini telah rampung, pementasan wayang orang ini mempunyai visi dan misi
Semua dari hasil Tiket nanti disumbangkan kepada anak-anak penderita  kanker.

Uniknya, pemain dari wayang”Lahirnya Parikesit“, ternyata tidak semua penari, yang bermain banyak lintas profesi, karena senang budaya akhirnya bisa disatukan.

Marcella wayang

Sementara, latihan sebelum pementasan memakan sebulan, dengan  jadwal pelatihan seminggu 2 kali pertemuan. Sebelumnya, bintang film yang juga artis sinetron ini juga pernah satu kali  bermain wayang.

“Tapi itu cuma tarian, dialognya ngak banyak, bahasanya Indonesia, bukan jawa, bagaimanpun aku senang di sini, ada gamelan, sangat  tradisi Jawanya,” ungkap Marcella.

Istri dari pembalap Ananda Nicola ini pun mengaku mendapat kenikmatan berbentuk kepuasan bathin, ketika membawakan sebuah tradisi dari leluhur dan bangga karena setiap gerakan wayang memberikan kita inspirasi.

Dengan bermain wayang orang ini, Marcella juga memahami sosok orang jawa dengan pakaian yang dikenakannya itu.

“Gerakan pelan, sabar dan kuat. Ternyata, jadi orang Jawa pakaian seperti ini. Aku nggak bayangkan putri zaman dulu ya? Kita mau makan gimana ya? Perempuan itu pasti luar biasa,” ucap artis kelahiran Jakarta, 7 Maret 1980 ini.

Tapi, Marcella menyela, jangan salah! Meski ini for free, dia tetap melakukan pekerjaan sosial ini dengan penuh profesional. Sebagai public figure, dia mendukung kegiatan tersebut.

Ini adalah simbol harapan untuk Indonesia negara agar penuh cinta, damai lestari dan berkah. Dan sebuah perwujudan kecintaan kepada kebudayaan Indonesia. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.