Sabtu, 24 Oktober 20

Dianggap Provokator, Ratna Sarumpaet Diciduk Polisi

Dianggap Provokator, Ratna Sarumpaet Diciduk Polisi
* Ratna Sarumpaet (kanan). (Foto: mtvn)

Jakarta, Obsessionnews – Dianggap sebagai salah seorang provokator dalam penggusuran Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Ratna Sarumpaet diciduk aparat kepolisian. Aktivis dan pekerja seni itu bersama puluhan warga lainnya yaang dianggap membuah suasana gaduh diamankan oleh polisi.

Ratna bersama ratusan warga Kampung Akuarium sempat menghadang ratusan petugas Satpol Pamong Praja (PP). Ia dengan lantang mengatakan penggusuran itu membuat warga ketakutan.

“Tega sekali kalian! Mereka ini warga negara Indonesia juga. Mereka punya hak. Jangan main gusur-gusur saja!” seru Ratna di hadapan puluhan polisi wanita (polwan) dan ratusan Satpol PP di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4/2016).

Ratna lalu mundur dari kerumunan ratusan warga. Dia ditangkap dua polwan dan dibawa ke Posko Tiga Pilar. Ratna bersama sejumlah warga lain dimasukkan ke dalam bus. Sampai saat ini belum tahu mereka akan dibawa ke mana.

Sebelumnya ratusan warga RT 01 RW 04 Kampung Akuarium terlibat bentrok dengan Satpol PP. Petugas Satpol PP sempat tak bisa memasuki lokasi karena dihadang warga.

Kemudian terjadi aksi saling dorong antara petugas dan warga. Warga menolak penggusuran lantaran belum menerima kompensasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Untuk mengamankan proses penggusuran, 4.218 personel polisi gabungan diterjunkan. Personel yang dikerahkan terdiri dari 1389 orang dari Polda Metro Jaya, 429 orang dari Polres Jakarta Utara, 400 orang TNI dari Kodam Jaya dan 2000 orang Satpol PP DKI.

Polisi juga menyiapkan empat unit ambulans dan 20 personel dari Bid Dokkes Polda Metro Jaya. Selain itu juga menyiagakan kendaraan taktis, seperti dua unit water cannon dan satu unit baracuda. Ini untuk mengantisipasi bentrokan saat penggusuran.

Setelah diratakan dengan tanah, Kampung Akuarium rencananya bakal disulap menjadi tanggul untuk menghalangi rob.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, tanggul akan dibangun di kawasan Muara Baru, termasuk Pasar Ikan, setinggi 3,5 meter di atas permukaan laut. Proyek ini akan menggunakan lahan seluas 10 hingga 12 hektare.

Konsisten Kritis

Ratna Sarumpaet dikenal kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan Pemprov DKI. Ratna selalu berpihak kepada rakyat yang menjadi korban penggusuran.

Sikap kritisnya itu telah lama dilakukannya, yakni sejak zaman Orde Baru (Orba). Tanpa kenal takut Ratna terlibat dalam berbagai aksi unjuk rasa menentang Orba. Ketika pemerintahan Orba tumbang pada 21 Mei 1998, dan berganti dengan era reformasi, Ratna konsisten dengan sikap kritisnya terhadap siapapun yang berkuasa. (mtvn, arh,@arif_rhakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.