Minggu, 23 Januari 22

Dianggap Ilegal, 229 Jamaah Haji Indonesia Ditangkap

Dianggap Ilegal, 229 Jamaah Haji Indonesia Ditangkap
* Jamaah haji Indonesia yang sempat tersangkut kasus di Filipina, beberapa waktu lalu.

Jakarta, Obsessionnews.com – Jamaah haji Indonesia kembali tersangkut masalah. Kali ini, sebanyak 229 WNI yang akan menjalankan ibadah haji kini ditahan otoritas Arab Saudi karena dianggap menyalahi hukum setempat.

Mabes Polri menginformasikan, kasus tersebut saat ini telah ditangani Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah.

“Enggak, otoritas kita di NKRI saja. Kementerian Agama (juga) yang lebih tahu, enggak bisa pulang kenapa, paspor bagaimana, dan sebagainya,” kata Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmato, di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (10/9/2016).

Sementara itu, informasi serupa juga dikemukakan Direktur Perlidungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal. Menurutnya, 229 WNI yang ditahan pihak Saudi di Makkah pada (7/9/2016) tersebut ditangkap di dua lokasi yang berbeda.

“Mereka terdiri dari 155 perempuan, 59 laki-laki dan 15 anak-anak,” ujar Iqbal dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu malam (10/9/2016).

Iqbal mengungkapkan, tim KJRI Jeddah segera melakukan koordinasi dengan otoritas setempat setelah mendapatkan informasi tersebut. Dari hasil koordinasi itu  menyebutkan 229 WNI tersebut sebagian besar adalah WNI yang sudah tinggal bertahun-tahun di Arab Saudi tanpa izin.

“229 orang tersebut sebagian besar adalah WNI overstayer dan sisanya adalah WNI yang bekerja di luar Makkah,” ungkap Iqbal.

Para jamaah ditangkap saat memasuki Makkah untuk menjalankan ibadah haji. Mereka ditangkap karena dinilai memasuki Makkah tanpa memiliki izin beribadah terlebih dahulu. Mereka ditangkap di dua penampungan gelap dan untuk mengikuti program tersebut diduga membayar sejumlah uang kepada sindikat yang mengatur perjalanan ibadah. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.