Jumat, 22 Oktober 21

Dian Siswarini, Wanita Tangguh di Balik XL

Dian Siswarini, Wanita Tangguh di Balik XL
* President Director PT XL Axiata, Dian Siswarini.

Obsessionnews – Sejak muda, wanita cerdas ini memang begitu bergairah pada dunia telekomunikasi. Menurutnya, dunia ini adalah dunia yang sangat menarik karena selalu berkembang dan dinamis. Tanpa pikir panjang, Dian berani memutuskan berkarier di luar jalurnya sebagai seorang wanita. Apalagi saat itu, dunia yang digelutinya ini, terkesan ‘macho’ dengan image untuk dunia lelaki.

Dian pun tak peduli ketika saat awal ia mengawali kariernya itu, industri telekomunikasi belum maju dan masih jauh tertinggal dibanding negara-negara lain. Namun Dian memiliki keyakinan bahwa suatu saat nanti industri ini akan bisa bangkit di Indonesia. Kini, ia berhasil membuktikannya. Dian pun tersenyum puas lantaran ia telah berhasil menjadi bagian dari perkembangan dan kemajuan industri telekomunikasi di tanah air.

Setelah menamatkan pendidikan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1991, Dian terfokus untuk berkarier di bidang telekomunikasi. PT Citra San Makmur (CSM) adalah tempatnya berkarier saat pertama bekerja. Di situ ia menjabat sebagai Supervisor di bidang Engineering. Terjun langsung di bidang telekomunikasi, Dian semakin bergairah pada dunia ini. Kemudian ia mengembangkan dirinya dengan berkarier pada perusahaan telekomunikasi lainnya. Tepatnya pada 1994, Dian bergabung dengan PT Satelindo.

Bukan Dian namanya jika tidak tertantang untuk mencoba hal baru. Tak lama kemudian tepatnya pada 1996, ia bergabung dengan XL yang kala itu masih di bawah naungan PT. Excelcom dengan posisi Radio Engineer. “Sebagai lulusan Engineering, banyak yang menyebut saya bekerja di bidang pekerjaan laki-laki. Saya memang banyak menghabiskan waktu di lapangan yang membuat saya harus memanjat tower BTS,” kenang Dian.

Bekerja di XL memberikan pengalaman baru bagi Dian. Di situ ia merasa sangat nyaman dan merasakan suasana berbeda, ia merasa seperti berada di rumah sendiri. Keluarga besar XL layaknya keluarga kedua bagi Dian. Dengan kerja keras Dian berhasil membuktikan kinerja gemilang. Hanya dalam waktu satu tahun, kariernya meningkat, ia dipromosikan sebagai Manager Network Design & Engineering.

Di situ, kariernya berkembang pesat bak mercusuar. Ya, kerja kerasnya membuahkan hasil, “kerja keras dan passion membuat saya akhirnya bisa menempati posisi Vice President Network pada 2005. Posisi yang membuat saya makin dipercaya di XL sampai membuat saya berturut-turut diberi amanah memegang posisi Direktur Digital Services Officer di Departemen Content and New Business pada 2013. Tahun 2014 saya di-challenge untuk bekerja di induk usaha XL yaitu PT. Axiata di Malaysia sebagai Group Chief of Marketing and Operation Officer,” ujar Dian seperti yang ditulis dalam website pribadinya, diansiswarini.com.

Itulah Dian, wanita energik yang selalu suka akan tantangan. Dian percaya, tantangan apapun yang bisa diterima dan diselesaikan dengan baik, akan membuahkan hasil yang baik pula. Ia pantang menolak tantangan, karena di situlah kunci keberhasilannya. Terbukti, ketika ia tertantang untuk mengambil executive program di Harvard Advance Management Program, Harvard Business School, Amerika Serikat pada 2013 lalu, dan berhasil, Dian dipercaya menjabat CEO PT XL Axiata pada 1 April 2015 lalu.

“Keberhasilan saya menerima tantangan tersebut serta bekal 20 tahun berkarier di dunia telko, alhamdulillah, membuat saya per 1 April 2015 ini dipercaya sebagai CEO PT. XL Axiata, setelah per Januari 2015 saya ditetapkan sebagai Deputy CEO melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT. XL Axiata,” katanya penuh rasa syukur.

 

Transformasi Bisnis XL dengan Strategi 3R

Tahun 2015, tepat di saat Dian menjabat sebagai Presiden Direktur, adalah tahun transformasi bisnis bagi XL. Transformasi tersebut diformulasikan dalam Strategi 3R yang meliputi  Revamp, Rise, dan Reinvent. Revamp yakni mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan (dari “volume” ke “value”), dan mengubah strategi bisnis untuk meningkatkan profitabilitas produk. Rise yang berarti meningkatkan nilai merek XL melalui strategi dual-brand dengan AXIS guna menyasar segmen pasar yang berbeda. Dan Reinvent yang berarti XL akan membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.

3R ini merupakan bagian dari upaya XL dalam rangka mempersiapkan ekosistem di XL untuk menuju ke masa depan yang mau tak mau harus bertransformasi menjadi perusahaan digital. Bukan teknologi dan kecanggihan yang terutama dalam proses itu, namun budaya bisnis dan sumber daya di dalam yang paling “pe-er” untuk diubah.

Di bawah kepemimpinan Dian, proses transformasi tersebut membuahkan hasil. Hanya dalam waktu hitungan bulan, tepatnya pada Agustus 2015, XL menunjukkan pencapaian positif. Pendapatan tumbuh 2,4% dari kuartal sebelumnya. EBITDA tumbuh 6,6% dari kuartal sebelumnya. Margin tumbuh 1,4% dari kuartal sebelumnya menjadi 35,5%. Layanan data terus tumbuh disertai peningkatan trafik sebesar 65% dari tahun lalu.

Kemudian ARPU meningkat sebesar 25% dari Rp 24,000 pada semester pertama tahun 2014 menjadi Rp 30.000 pada periode yang sama tahun 2015. Total pengisian ulang (reload) XL Tunai juga mengalami peningkatan sebesar 13% dibandingkan awal tahun hanya 0,2%.

Pada kuartal kedua tahun 2015, XL berhasil meraih pertumbuhan yang positif sejak kuartal kedua tahun 2014, yaitu sebesar 2,4%. Pertumbuhan ini didorong dari pendapatan penggunaan layanan inti (core), sebesar 3,1% dari kuartal sebelumnya, di mana layanan percakapan naik 7% dan layanan Data serta VAS juga naik 2% dari kuartal sebelumnya.

Sementara pada kuartal kedua tahun 2015, Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) mengalami peningkatan sebesar 7% menjadi Rp 2 Triliun dari kuartal sebelumnya. Ini menghasilkan pencapaian margin EBITDA sebesar 36%, meningkat sebesar 2% dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan EBITDA ini terutama disebabkan dampak positif dari pengelolaan kembali basis pelanggan yang berfokus pada pelanggan yang lebih menguntungkan, serta upaya untuk meningkatkan profitabilitas portofolio produk. Kuartal keempat ini menunjukkan hasil positif terhadap kuartal sebelumnya.

Selama semester pertama tahun 2015, XL juga telah membelanjakan Rp. 2,3 triliun belanja modal untuk memperluas infrastruktur layanan data dan layanan mobile, dengan sumber dana berasal dari internal. (Suci Yulianita/Men’s Obsession)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.