Rabu, 20 Maret 19

Dian Siswarini, CEO XL Di Balik Revolusi Jaringan 4.5G

Dian Siswarini, CEO XL Di Balik Revolusi Jaringan 4.5G

Dipercaya memimpin salah satu provider terbesar di Tanah Air, CEO PT XL Axiata Tbk (XL), Dian Siswarini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas jaringan data. Berbagai usaha dan kerja kerasnya, membawa perusahaan yang dinahkodainya ini melejit hingga meraih berbagai penghargaan.

Dian Siswarini menjadi sosok utama di balik keberhasilan perusahaan penyedia layanan selular terbesar di Asia Pasifik ini. Ia mulai menjabat secara resmi sejak 1 April 2015 dan mulai mengelola perusahaan dengan jutaan pelanggan. Tentu saja dari pencapaian dalam kariernya tersebut, Dian bukan perempuan biasa.

Sejak awal memimpin, Dian fokus mengimplementasikan program Revamp, Rise & Reinvent (3R) yang ia mulai sejak awal 2015 saat menjadi Deputy CEO melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di perseroannya tersebut.

3R ini memiliki arti Revamp yang merupakan pengubahan model bisnis pencapaian jumlah pelanggan dari volume ke value dan strategi bisnis untuk meningkatkan profitabilitas produk. Sementara Rise berartikan meningkatkan nilai brand XL melalui pendekatan dual-brand dengan AXIS, guna menyasar segmen pasar yang berbeda. Dan Reinvent, yakni menstimulasi dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.

“Jelas strategi 3R adalah strategi yang tepat untuk membangun bisnis XL menjadi lebih berkelanjutan dan menguntungkan,” ungkap Dian.

Menggalakkan program tersebut membuat perusahaan yang dinahkodainya ini terus berupaya menjalankan berbagai strategi demi melayani kelancaran berkomunikasi seluruh masyarakat. Bercermin pada kuartal III 2016 jumlah pelanggan XL telah bertambah 1 juta, jika ditotalkan mencapai 45 juta, atau 8 persen lebih tinggi dari basis pelanggan di tahun 2015.

Dian mengungkapkan, pencapaian yang diraih tersebut merupakan bagian implementasi fokus meraih pelanggan secara tepat dan sesuai target yang dirancang.

“Kami sangat senang dengan pencapaian pertumbuhan pelanggan data. Kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan kinerja 2017 yang lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya,” kata Dian optimis.

Sepanjang tahun 2016, Dian telah membuat XL berhasil mencatat keuntungan sebesar Rp 376 miliar, pencapaian ini bisa terbilang fantastis sebab berbanding terbalik dengan kondisi tahun sebelumnya yang mengalami kerugian senilai Rp 25 miliar.

Dian mengungkapkan pencapaian tersebut didukung dampak positif atas penguatan rupiah terhadap dolar AS, dan hasil dari penjualan menara. Selain itu juga karena terselesaikannya agenda penawaran umum terbatas atau “right issue”. Dan keberhasilan atas penjualan atau penyewaan menara tahap kedua di semester pertama 2016. Hal ini membuat XL berhasil meningkatkan fundamental keuangan pada level yang sama, pada saat menyelesaikan akuisisi Axis pada awal 2014.

Selain itu total trafik jaringan XL pada tahun 2016 juga terjadi peningkatan sebesar 162 persen (yoy), yang didukung oleh pertumbuhan trafik data. ARPU (Average Revenue Per User) blended XL juga mengalami peningkatan menjadi lebih dari Rp 36.000 pada periode sembilan bulan di tahun 2016, atau 13 persen lebih tinggi dari Rp 32.000 di periode yang sama pada tahun lalu.

Pada kuartal empat 2016, XL telah mampu menyumbang 50 persen dari total pendapatan perseroan, hasil tersebut dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 31 persen.

“Ini merupakan bagian dari strategi transformasi XL, dan kami berharap untuk dapat membawa hal tersebut menjadi momentum pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan pada kinerja keuangan dan operasi kami kedepan,” kata Dian.

Saat ini XL tengah menerapkan teknologi 4T4R (4 transmitter, 4 receiver) yang merupakan versi advanced dari 4G, teknologi baru tersebut disebut layaknya seperti jalan tol bagi jaringan 4G, dimana teknologi tersebut hanya dimiliki oleh XL.

Di tahun ini XL akan mendorong jaringan 4G dan menyempurnakan jaringan data 4.5G. Sebanyak US$250 juta atau Rp 3,3 triliun disiapkan XL untuk kedua jaringan unggulannya.

Jaringan 4.5G ini merupakan inovasi yang dicanangkan Dian sejak tahun 2016, diklaim teknologi barunya tersebut memiliki keunggulan pada sisi kecepatan dan kestabilan koneksi internet, yakni mencapai 300 Mbps, dimana kecepatan tersebut dua kali lipat dibandingkan jaringan 4G LTE XL yang mencapai 150 Mbps.

“Fokus kami adalah meningkatkan cakupan dan kualitas jaringan data XL, sebagai bagian dari strategi Transformasi untuk membangun bisnis layanan data yang kuat. Selanjutnya, dengan selesainya berbagai inisiatif pengelolaan neraca keuangan (Balance Sheet Management) dan tercapainya berbagai efisiensi biaya yang dilakukan, kami telah membangun fondasi untuk bisa meraih kinerja yang lebih baik di tahun 2017,” tuturnya.

Dian merupakan sosok perempuan yang tangguh, segala tantangan ia hadapi. Berkat komitmennya, perusahaan yang dinahkodainya ini berada di titik teratas sebagai penyedia layanan jaringan terbaik di Tanah Air.

Kepemimpinannya tersebut, membuat XL meraih banyak penghargaan, seperti dari lembaga konsultan bisnis terkemuka Frost & Sullivan, pada ajang The 9th Annual Indonesia Excellence Awards, dengan memperoleh dua penghargaan sekaligus yakni Indonesia Mobile Data Service Provider of The Year dan Indonesia Digital Service Provider of The Year 2016. “Indonesia Most Trusted Company” diberikan dalam ajang Indonesia Good Corporate Governance Awards 2016, dan Most Admired CEO Award 2016 yang menunjuk Dian sebagai salah satu Top 20 Indonesia Most Admired CEO 2016 untuk kategori lintas industri, dan menjadi salah satu yang terbaik pada industri telekomunikasi.

Untuk bidang infrastruktur, XL meraih penghargaan di ajang Top IT Infrastructure 2016 yang diselenggarakan oleh Majalah BusinessNews Indonesia. XL menerima penghargaan sebagai Top Infrastructure on Telecommunication Sector 2016 dan masih banyak penghargaan lainnya.

Guna mencapai segala target yang direncanakannya, ia tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan jaringan data.

“Kami terus berfokus meningkatkan cakupan wilayah dan kualitas jaringan data untuk menempatkan XL sebagai mobile internet leader di Indonesia,” pungkas wanita yang mengenyam pendidikan executive program di Harvard Advance Management Program, Harvard Businnes School, Amerika Serikat pada 2013 lalu ini. (Men’s Obsession)

Artikel ini dalam versi cetak dapat dibaca di Majalah Men’s Obsession edisi Februari 2017.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.