Kamis, 26 Mei 22

Dialog Lintas Organisasi, Kemenpora Tidak Libatkan KNPI

Dialog Lintas Organisasi, Kemenpora Tidak Libatkan KNPI

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) dalam acara Vertityshow yang akan tayangan di salah satu televisi nasional yang dikemas melalui dialog interaktif lintas pimpinan organisasi kepemudaan tidak melibatkan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Terlihat pantauan Obsessionnews.com hanya perwakilan organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Isalam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah (IMM).

Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan Kemenpora Mandir Ahmad Syafii memohon maaf kalau tidak melibatkan secara menyeluruh organisasi kepemudaan, tetapi bukan berarti kata dia mengesampingkan organisasi yang lain seperti Gerakan Mahasiswa KristenIndonesia (GMKI), atau Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia dan sejenisnya. “Saya mohon maaf, mungkin panitia ini ada keterbatasan waktu, tapi informasinya memang kita sempat mau undang tapi sepertinya tidak bisa hadir, seperti pemuda Katolik itu katanya masih di Batam . Kita juga undang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) tidak berkenang hadir, akhirnya kita undang dadakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia,” jelas Mandir pada Obsessionnews.com di Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Tujuan Kemenpora menyelenggarakan dialog interaktif lintas pimpinan organisasi kepemudaan untuk membangun karakter pemuda lebih baik berdasarkan nilai-nilai pancasila, Bihneka Tunggal Ika, Pemahaman ke-Indonesiaan, dan UUD 1945. Selain itu, Kemenpora ingin menanamkan kepada Pemuda sikap saling menerima perbedaan.

Mandir menyadari secara garis besar keterwakilan pemuda belum terwakili secara menyeluruh. Namun Mandir berjanji akan mengusahakan organisasi yang belum sempat hadir dapat dilibatkan dalam kegiatan selanjutnya. “Saya sepakat mungkin dikemudian hari dialog itu kita coba libatkan, tapi bukan berarti kita mengesampingkan mereka “tidak”, itu hanya sebuah kebetulan tidak ada maksud tertentu. Jadi lagi-lagi saya mohon maaf baik secara pribadi maupun secara kelembagaan. Oragnisasi yang tidak sempat terlibat mungkin pada kesempatan lain kita akan hadirkan karena memang ini kegiatanya bertahan, nanti ada lagi,” belanya.

Namun Mandir mengecualikan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), ia menilai KNPI saat ini lagi galau sehingga tidak dilibatkan langsung. Menurutnya Kemenpora mengalami kesulitan juga mendorong pembangunan bangsa kalau pemuda sendiri terus-terus berkonflik ditataran internal pemudanya. Kemenpora mengaku pernah mengajak KNPI untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan mengesampingkan kepentingan pribadi.

“Kami juga sudah melakukan pertemuan dengan KNPI dan menyampaikan kepada mereka untuk mengutamakan kepentingan bangsa, bagaimana kita mau membangun bangsa sedangkan kita sendiri pecah, marilah kesampingkan kepentingan pribadi. Kalau tidak mau bermusyawarah dan tetap bertahan dua kepengurusan, maka dari paniti diasingkan dulu, yuk berdua rembuk dulu, mana yang disepakati, kalau tidak ada, tentu kami tidak akan libatkan, kami tidak mau ambil resiko,” tuturnya.

Kemenpora juga mengaku selektif terhadap organisasi Lembaga Kepemudaan untuk dilibatkan dalam hal koordinasi maupun dalam kegiatan pelatihan. Lembaga yang bermasahal maka tidak akan diundang dalam agenda Kemenpora sendiri. “Makanya KNPI ini tidak kasih dulu. Kita juga tidak mau disini jadi ajang perdebatan itu, padahal tujuannya bukan itu. Seharusnya KNPI harus hadir disini tapi kalau dalam bahsa anak muda “dalam kegalauan” sudahlah kalau menimbulkan sesuatu tidak usah dulu, toh masih ada pemuda yang lain,” tuturnya.

“Bahkan lanjutnya bisa jadi juga kalau memang teman-teman pengurus KNPI masih dualisme silahkan jalan aja, kita jalan dengan pemuda yang berpikir jerni, memikirkan bangsa, jangan ribut antara dirinya. Kita tinggal dulu tidak apa-apa sampai mereka akan mau solid mau jadi satu lagi kemudian kami libatkan,” harapnya.

Mandir juga menambahkan melalui pembinaan dan peningkatan partisipasi Pemuda Kemenpora juga mengundang atau melibatkan Ketua Badan Eksekutif Mahasis (BEM) dari perwakilan provinsi untuk mengahadiri seminar studi pembangunan tahun 2015 di Jakarta 18 Agustus 2015 nanti. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.