Kamis, 8 Desember 22

Di Usia 68 Tahun Bank BTN Tetap Peduli Rakyat

Di Usia 68 Tahun Bank BTN Tetap Peduli Rakyat

Hari ini, tepat 9 Februari 2018, merupakan hari ulang tahun (HUT) ke-68 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang berbentuk perseroan terbatas dan bergerak di bidang jasa keuangan perbankan ini, semakin berbenah sejak tahun 2012 hingga kini dipimpin oleh Maryono sebagai direktur utama.

Nampaknya, berbagai gebrakan dan terobosan yang dilakukan Maryono bisa menjadikan BTN menjadi bank yang maju di pasar kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia. Bank BTN terus memosisikan diri sebagai salah satu bank terbesar yang bergerak di kredit perumahan. Di usianya yang ke-68 tahun ini, BTN tetap peduli rakyat dalam membantu kesulitan ekonomi, di antaranya memudahkan masyarakat memiliki rumah.

Pada 3 Januari 2018, Maryono resmikan peluncuran visi dan misi terbaru Bank BTN yaitu “Terdepan dan terpercaya dalam memfasilitasi sektor perumahan dan jasa layanan keuangan keluarga”. Peluncuran visi misi terbaru mengusung dua tema besar terkait peran dan tanggung jawab BTN sebagai akselator dan integrator pengembangan pasar perumahan Nasional dan sebagai Bank perumahan terpercaya yang melayani kebutuhan finansial individu dan keluarga.

Sebagai bank yang fokus memberikan pembiayaan perumahan—terutama perumahan subsidi—PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. menjadi andalan pemerintah dalam memuluskan Program Sejuta Rumah. Bahkan, market share Bank BTN dalam penyaluran dana FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) di 2016 mencapai angka 96%.

Sepanjang 2017 saja, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan sekitar Rp140 triliun (unaudited) atau naik 20,41 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp116,54 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah pun, hingga akhir tahun lalu, Bank BTN telah menyalurkan kredit sekitar Rp71,34 triliun untuk 666.806 unit rumah. Realisasi tersebut tercatat mencapai 100,12 persen atau melebihi target Bank BTN pada 2017 sebesar 666.000 rumah.

Di tahun 2018, Bank BTN menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun depan sebesar 24% (year to year/yoy). Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan target di tahun 2017 yang hanya sebesar 17% (yoy). Maryono mengaku optimis bisa mengejar target sebesar 24% pada tahun depan. Pasalnya, BTN mencatatkan kinerja yang baik pada tahun 2017, dengan pertumbuhan aset, kredit dan dana pihak ketiga (DPK) diatas 18%. “Tahun 2018 kami (Bank BTN) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 24% yoy,” ujar Direktur Utama BTN dalam acara Konfrensi pers di Menara BTN, Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Pelopori Penurunan Bunga
Sejak awal memimpin BTN pada 2012, Maryono telah berupaya menekan rasio kredit macet, menggenjot laba, dan dana deposan, visi dari pria berusia 58 tahun ini adalah mendorong perumahan, khususnya untuk sektor informal.

Kini, BTN terus memosisikan diri sebagai salah satu bank terbesar yang bergerak di kredit perumahan. Bank dengan kode saham BBTN ini telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah senilai Rp 230,2 triliun untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah.

Bahkan, Kredit pemilikan rumah (KPR) BTN telah meluncurkan inovasi baru terkait strategi untuk terus meningkatkan KPR. BTN resmi membuka Plaza KPR dan KPR Hotline. Plaza KPR merupakan gerai khusus yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai KPR melalui portal website. Sedangkan KPR Hotline adalah menu khusus di BTN contact center yang dibuka untuk memberikan segala informasi mengenai produk KPR.

Sebagai wujud peningkatan layanan pelanggan, Maryono berharap Plaza KPR dan KPR hotline ini lebih memudahkan nasabah menemukan produk KPR pilihannya. elain itu, guna menggenjot KPR, BTN pun memberikan bunga KPR fixed 1 tahun sebesar 4,1%. Promosi bunga KPR non-subsidi ini berlaku hingga Januari 2018. Lewat program tersebut, BTN berharap bisa mengalirkan KPR sebesar Rp3 triliun hingga tutup tahun 2017.

Terobosan yang dilakukan Maryono untuk memudahkan rakyat memiliki rumah, BTN mengajak Gojek untuk memfasilitasi mitra driver-nya mendapat fasilitas KPR subsidi dari BTN. Setidaknya ada 581 aplikasi KPR subsidi dari para driver Gojek saat tahap I, 397 di antaranya lulus verifikasi. “Nilai KPR hanya Rp 51,6 miliar (KPR Gojek), namun sangat berarti bagi mereka dan kami bangga bisa membantu keluarga mendapatkan rumahnya dengan skema yang terjangkau,” papar Direktur Utama BTN.

Terus Tingkatkan Ketersediaan Rumah
Bank BTN juga terus berperan meningkatkan ketersediaan rumah. Berbagai aksi dilakukan mulai dari pemberian pembiayaan pembebasan lahan, pembiayaan pembangunan perumahan, hingga bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mencetak pengembang andal. “Kami juga terus melakukan sinergi dengan stakeholders perumahan untuk mempercepat penyediaan perumahan bagi MBR,” ungkap Maryono.

Melalui gebrakannya, Maryono pun menargetkan Bank BTN jadi pemimpin pasar KPR. Di tahun 2022, Bank BTN digadang bakal menjadi pemimpin pasar kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 40% dan menyalurkan sekitar 600.000 unit rumah per tahun. Saat itu, Bank BTN diperkirakan memiliki aset Rp800 triliun. “Pada tahun 2022 kami menargetkan Bank BTN dapat menjadi pemimpin bank perumahan di Indonesia dengan pelayanan kelas dunia,” kata Maryono.

Dalam Program Sejuta Rumah, Bank BTN sudah menyalur kredit untuk 501.626 unit rumah. Sepanjang 2017, Bank BTN menyalurkan kredit perumahan 666.000 unit rumah dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah. Rincian yakni penyaluran pinjaman untuk jenis rumah subsidi sebanyak 504.122 unit rumah, penyaluran pembiayaan untuk jenis rumah non-subsidi 161.878 unit rumah.

Bank BTN juga menggelar akad KPR secara serentak sebanyak 2.002 unit rumah di Jember. Jumlah ini naik dari jumlah akad serentak tahun sebelumnya sejumlah 1.001 unit yang meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Untuk tahun 2018, BTN membidik penyaluran KPR 750.000 rumah. “Target untuk tahun 2018 ini BTN juga akan menyalurkan kurang lebih 750.000 unit rumah baik itu KPR subsidi maupun KPR non subsidi,” ujar Maryono saat pembukaan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Center, Senayan, Sabtu (3/2/2018).

Menurut Maryono, selama tiga tahun perseroan juga telah merealisasikan penyaluran KPR mencapai 1,7 juta unit rumah baik subsidi maupun nonsubsidi. BTN mengaku optimistis dengan target penyaluran KPR pada tahun ini, karena didukung berbagai program dari pemerintah mulai dari skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun Subsidi Suku Bunga (SSB) yang disalurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Tawarkan Sejumlah Promo
Menyambut HUT ke-68 BTN telah digelar pameran properti Indonesia Property Expo atau IPEX 2018. Pameran perumahan ini diikuti oleh 152 pengembang dengan 868 proyek yang tersebar di Jabodetabek hingga Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Harga properti yang ditawarkan mulai dari Rp130 juta sampai Rp5 miliar.

Pada IPEX 2018, BTN meluncurkan layanan terbaru, yakni KPR Zero. Dengan layanan ini, masyarakat yang mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hanya dibebani cicilan bunga. “Nasabah hanya diminta untuk mengangsur bunga saja selama 2 tahun. Setelah itu, nasabah baru mengangsur angsuran pokok dan bunga,” ujar Direktur Utama BTN Maryono di Jakarta Convention Center (JVV), Sabtu (3/2/2018).

Ia mengatakan produk tersebut merupakan rebranding dari KPR Easy Payment yang diluncurkan pada 2014 lalu. Layanan ini disediakan untuk meringankan beban nasabah dalam memiliki rumah. “Dengan fasilitas yang kami tawarkan ini, kami berharap akan semakin banyak menjangkau masyarakat memiliki rumah dengan harga dan skema terjangkau,” jelas Maryono.

Maryono berkomitmen Bank BTN akan terus memaksimalkan peran utama sebagai integrator Program Sejuta Rumah dan terus berinovasi memberikan kredit dengan pelayanan dan fasilitas. Ia memperkirakan, sektor properti pada tahun 2018 akan mengalami tumbuh positif sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Sejumlah faktor seperti pemilihan kepala daerah (pemilukada) serentak 2018, persiapan pemilu presiden (pilpres) 2019, dan ajang Asian Games diperkirakan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi tahun ini.

“Saat ini pun angka permintaan rumah masih tinggi atau mencapai lebih dari 11 juta unit. Dengan adanya peningkatan daya beli pada tahun ini dibarengi dengan berbagai promosi yang kami berikan, Bank BTN optimis akan mencetak kredit baru senilai Rp5 triliun dari IPEX 2018,” tutur Direktur Utama BTN.

Dalam IPEX 2018, Bank BTN menawarkan berbagai promosi menarik. Untuk skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Non-Subsidi, dengan memberikan promo suku bunga subsidi pengembang sebesar 4,68% fixed 1 tahun. Selain itu, Bank BTN juga menyediakan fasilitas uang muka ringan mulai dari 5% untuk KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) Non-Subsidi. Promo lainnya, yakni bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal, dan diskon asuransi jiwa. Masyarakat juga bisa membeli rumah yang ditawarkan dalam ajang ini menggunakan skema KPR Subsidi dengan bunga hanya sebesar 5% fixed selama jangka waktu kredit, uang muka mulai 1%, diskon biaya provisi sebesar 50%, dan bebas biaya untuk laporan pemeriksaan akhir.

Dalam IPEX 2018, BTN juga meluncurkan produk KPR Zero untuk memudahkan masyarakat Indonesia memiliki rumah. Melalui produk yang merupakan rebranding dari KPR Easy Payment tersebut, debitur hanya membayar cicilan bunga KPR dengan grace period pokok selama 2 tahun. KPR Zero juga menawarkan pembebasan pembayaran beban pokok. “Dengan fasilitas yang kami tawarkan ini, kami berharap akan semakin banyak menjangkau masyarakat memiliki rumah dengan harga dan skema terjangkau,” tandas Maryono. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.